KARENA KITA MANUSIA

April 3, 2007 at 3:24 am (KARENA KITA MANUSIA)

Mungkin orang menyangka

Ku tak pernah terluka.

Tegar bagaikan batu karang.

Tabu cucurkan air mata.

 

Kadang kumerasa lelah.

Harus tampil sempurna.

Ingin kuteriakkan….

Andai mereka tahu.

Perasaan dalam hatiku.

Lembut bagaikan salju…….

 

Udah. Terusin aja sendiri baitnya sampai reff yang berbunyi: Rockeeeerrr juga manusiaaa!!!! …..

Kolega Save us, ….. oiii udah! Udah! Berenti dulu nyanyinya. Ntar terusin lagi ya abis baca Save us. Sekarang duduk yang manis di situ. Lipat dua tangannya.. Mmm pinteer.. duuhh manisnyaa…

Nah, Kolega yang manis di manapun berada. Bener banget apa yang disampaikan oleh mas-mas dari bandung yang bermerek Seurieus ini. Terlepas dari siapapun kita, apapun predikat yang kita sandang, apapun profesi yang kita geluti, apakah itu rocker, penyanyi dangdut tingkat erte (kayak kalian), selebritis terkenal (kayak gue), pegawai negri, insinyur, dokter, ustadz, tukang tambal ban, pemulung (mulai dari mulung sampah hingga mulung dana masyarakat, koruptor maksudnyee), pengangguran, dan semua yang nggak bisa disebutin atu-atu di sini (mohon maaf karena keterbatasan ruang maka hanya sebagian yang gue apal aja yang ditulis di sini. Mungkin dalam kesempatan lain akan gue tulis. Tapi gue catat dulu aja deh supaya ntar ingat. Emangnya apa tadi profesi kalian? Maling sandal jepit?)

Siapapun kita… kita tetap manusia. Dan manusia gimanapun tetap manusia. Setegar apapun dia, dia juga bisa menangis bercucuran air mata. Selembut apapun dia, dia juga bisa meradang murka. Sedingin apapun hatinya, dia tetap luluh juga ketika melihat manusia lain, sesamanya menderita. Sekuat apapun dirinya, dia tetap membutuhkan uluran bantuan dari saudara-saudaranya. Dalam sekejap hati ini bisa sedih, bisa gembira, bisa tertawa, bisa terluka. Kenapa? Karena kita manusia….

Oke, sebelum lebih lanjut, gue mau ngenalin dulu beberapa kosakata baru yang berkaitan dengan makhluk bernama manusia.

Berdasarkan dari Syekh Taqiyuddin anNabhani (sengaja gue bilang begitu, soalnya kalo dari gue aja kayaknya kalian bakalan kagak percaya. Syekh Taqiyuddin ini seorang mujtahid kenamaan asal alQuds) manusia dibekali oleh Allah potensi hidup yang membedakannya dari jenis makhluk hidup lain seperti binatang, tumbuhan, malaikat, jin, setan. Potensi hidup itu terbagi dua yaitu hajatul ‘adawiyah dan gharizah (ingat baik-baik tuh dua kosakata itu. Ntar keluar di midtest). Hajatul ‘adawiyah ini merupakan kebutuhan dasar manusia seperti makan, minum, bernafas, tidur, be’ol, dst. Yang mana kebutuhan dasar ini apabila tidak dipenuhi akan menyebabkan kematian pada spesies bernama manusia itu.

Beda dengan yang satunya yaitu gharizah. Gharizah atau naluri ini memang ada dan menuntut pemenuhan. Namun bedanya, gharizah apabila tidak dipenuhi tidak akan menyebabkan kematian atau tidak mengancam jiwa.

Gharizah sendiri secara umum terbagi tiga, yaitu (waaah, jadi mirip-mirip buku teks pelajaran nih):

  1. Gharizatul Baqa. Atau naluri mempertahankan diri. Misalnya nih elo gue pukul pake pentungan gede. Nah, elo marah kan? (masih belon marah juga? Pokoknya gue pukul terus sampai lenyak). Pada saat elo marah itu. Maka sesungguhnya elo sedang menunjukkan gharizatul baqa. (mudah kan mengetahuinya, nah kalian juga bisa coba praktikum sederhana tadi di rumah, sama nyokap atau bokap). Emosi, keinginan menang, pembelaan diri, dan sejenisnya… itulah gharizatul baqa

  2. Gharizatun Nau. Atau naluri melestarikan keturunan, atau okelah… mungkin kalian lebih suka nyebutnya dengan naluri seksual. Walaupun sebenarnya nggak terlalu pas banget sih (Soalnya gharizatun nau ini nggak melulu seksual aja). Perlu contoh? Nggak usah kali yee, soalnya udah pada hapal di luar kepala. Yang jelas naluri ini mencakup ketertarikan terhadap lawan jenis, juga rasa sayang kalian terhadap sodara, ortu, dst.

  3. Gharizatut tadayyun. Naluri mengagungkan sesuatu. Ternyata manusia secara fitrah juga memiliki naluri ketuhanan. Secara fitrah manusia membutuhkan Tuhan. Makanya sejak dulu manusia selalu menuhankan sesuatu. Entah yang dituhankan bener atau tidak. Mulai dari menuhankan Anemo (Arwah Nenek Moyang), matahari, batu, dewa, manusia, atau Allah SWT. Termasuk orang-orang atheis yang sok bilang nggak percaya Tuhan. Sebenarnya mereka juga punya ini. Cuma mereka alihkan aja ke hal-hal lain. Makanya kalo kalian teliti orang-orang Atheis seperti penganut komunis biasanya sangat mengagungkan pahlawan-pahlawan atau pemimpin mereka. Mereka biasa nangis sesenggukan bila melihat pemimpin mereka. Patung-patungnya juga sangat dihormati. Sadar atau nggak mereka sebenarnya telah mengalihkan Tuhan mereka ke pemimpin-pemimpin mereka itu.

Gharizah tadi memerlukan pemenuhan. Tapi nggak bakal bikin mati kalo nggak dipenuhi. Paling-paling cuma stress dikitlaah, resah, atau panas dingin. Nggak ada sejarahnya hanya gara-gara dihalangi melakukan hubungan seksual membuat si pelaku mati. Paling-paling stress. Nggak ada juga orang yang gara-gara nggak shalat mati. Paling-paling dia gelisah.

Nah, untuk menuntun manusia supaya bisa memenuhi hajatul adawiyah dan gharizahnya, maka Allah melengkapinya dengan akal. Dan supaya akal manusia nggak sembarangan dalam memenuhi keduanya tadi (soalnya akal kita terbatas, jack. Kita nggak bisa meramal masa depan, kita nggak bisa mengetahui apa yang ada di balik dinding, kita nggak bisa mengetahui pikiran orang lain. Singkatnya akal kita ini lemah) maka Allah juga menurunkan serangkaian aturan berupa wahyu yang disampaikan melalui Rasul-rasul-Nya.

Kolega Save us. Mengapa gue ngotot panjang lebar ngejelasin ini? semata-mata karena konsep ini penting banget. Karena banyak sekarang orang yang mengaku dirinya manusia tapi toh nggak paham tentang kemanusiaannya. Lebih gawat lagi nggak sadar kalo dirinya manusia.

Sederhananya gini.. (sori, pren. Di edisi kali ini gue rada-rada serius. Soalnya di awal tadi gue mengawalinya dengan lagu miliknya Seurieus). Pernah liat iklan yang bunyinya gini: “Motornya honda, suku cadangnya asli honda”. Pernah dengar gak? Nggak pernah? O iya, gue lupa kalian kan gak ada yang punya tivi.

Misalnya Honda nih. Honda dibuat oleh pabriknya, pabrik Honda. Pabrik tersebut selain ngeluarin motor honda kan juga mengeluarin aturan pemakaian motor honda tersebut. Misalnya yang sepele bahan bakarnya bensin, bukan kayu bakar. Cara makainya ditunggangi bukan digendong. Atau seperti bunyi iklan di atas tadi, supaya tu motor awet meski pake sparepart keluaran honda juga. Kalo loe sok-sokan gak ngikutin aturan itu. Dijamin loe bakalan nyesel.

Begitu pula manusia. Manusia dibikin oleh Allah (awas kalo loe bilang: loe dibikin oleh mami papi. Keterbelakangan mental banget loe kalo gitu). Dan tentunya yang paling ngeh tentang manusia ya Allah. Dan di samping nyiptain manusia, Allah juga udah nyediain pula cara kerja, cara pakai, seperangkat aturan buat manusia tersebut. Dan kalo elo sok-sokan gak ngikutin aturan itu. Loe bakalan nyesel. Nggak cuma seumur idup, tapi seumur idup dan seumur mati ditambah seumur akhirat.

‘Ih ngapain capek-capek tunggang-tungging buat shalat, pake jilbab, nggak pacaran?’ Sebenarnya ungkapan tersebut sama aja lucunya dengan ungkapan ‘Ih, ngapain susah-susah nyari bensin buat ngejalanin motor?’

Kolega, kita manusia. Seganteng apapun gue dan sejelek apapun elo, kita tetap manusia. Sekuat dan sehebat apapun, sekali lagi kita tetap manusia. Lahir dari tetesan air mani yang hina, kemana-mana bawa tai, dan beberapa tahun ke depan bakal jadi bangke. Nggak bisa hidup sendirian, nggak kuat nahan lapar bahkan nggak kuat juga nahan kenyang. Bahkan saking lemahnya kita, jalan di aspal di terik matahari aja kita perlu alas kaki. Wajah yang cantik dan rupawan, bodi yang atletis? Bullshit. Kita nggak punya andil sedikit pun dalam membentuk tubuh kita, bahkan satu sel pun!

Kekayaan, kecakepan, tingginya jabatan, kepandaian? Huh! Sekaya apa sih elo? Nabi Sulaiman yang paling kaya aja nggak ngoyo. Secakep apa sih elo? Nabi Yusuf yang paling cuakepp aja patuh tunduk pada Allah. Sepandai apa sih elo? Bahkan kepandaian loe itu kata Rasul nggak sampai dari setitik air dari lautan samudra. Jadi mengapa kita masih ngoyo?!!

Dan sesombong-sombong manusia adalah yang nggak sadar kalo dirinya itu manusia. Manusia diciptakan Allah semata-mata buat beribadah kepada-Nya, buat mengabdikan diri pada-Nya. Nggak lebih! Manusia hidup ya buat itu. Buat taat pada aturan syari’at-Nya , dan menjauhi all of larangan-Nya.

Kolega Save us, gue paling males menggunakan kata ‘mari’. Soalnya kesannya menggurui banget. Tapi di edisi kali ini kayaknya gue udah kehabisan kosakata yang lain. So, marilah mulai sekarang kita selalu mentaati seluruh aturan Allah dalam seluruh aspek kehidupan. Mengapa? …..Karena kita manusia

 

1 Komentar

  1. Al-k said,

    Sip, betullllll, mari-marilah kemari hey hey HEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEAAAAAAAAAY!!!
    Karena kita juga MANUSIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA !!!
    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: