GUSUUUUR….!

April 3, 2007 at 3:24 am (GUSUUUUR….)

Lagi-lagi, berita yang ada di tivi dari hari ke hari ya itu-itu aja. Always bad news!! Berita tentang lumpur panas Lapindo yang gak kunjung henti, korban bencana yang ditelantarkan, korupsi menjadi-jadi, pertengkaran elit politik, kriminalitas dengan pelbagai variasi dan levelnya, tawuran antar warga, demonstrasi buruh minta naik gaji, …. dan yang ini, yang sering bikin hati gue miris… berita penggusuran!!

Ya, mungkin bagi sebagian orang masalah ini gak terlalu penting dan gak menarik tuk dibahas, udah terlalu biasa, dan menjadi berita sehari-hari. Tapi bagi gue… penggusuran bukan hal yang biasa. Penggusuran adalah sebuah penindasan, dan jelas gak sesuai banget dengan perikemanusiaan.

Gue prihatin banget. Asli! Di tengah himpitan ekonomi yang makin menjadi-jadi, pemerintah bukannya ngasih solusi, atau ngasih kenyamanan buat rakyatnya, yang ada sebaliknya… seenaknya menindas rakyatnya…

Udah jadi berita sehari-hari, perumahan rakyat digusur demi sebuah proyek, terus terjadi sengketa antara warga dengan satpol PP yang biasanya berakhir dengan penghancuran paksa, tindak kekerasan oleh aparat. Atau yang juga sering terjadi, penghancuran semena-mena aparat terhadap warung-warung pinggiran yang konon katanya ilegal dan mengganggu keindahan kota. Endingnya kurang lebih sama, para pedagang melawan, bentrokan terjadi, dan seperti biasa… mana mungkin pedagang bisa menang melawan pentungan, senjata api, atau buldoser. Dan mana mungkin ada yang membela mereka… kecuali yang kayak kemarin di tivi, satpol PP gak bisa bertindak apa-apa saat akan menggusur warung-warung pedagang. Pasalnya ibu-ibu melakukan aksi buka baju…. Satpol PP gak bisa berbuat banyak. Oke deh, kali ini pedagang menang. Tapi, masa sih buat mempertahankan warung, rasa malu dibuang? Dimana coba letak kemaluan? (ayo, dimana letak kemaluan?)

Interupsi!” oke, silahkan…”Mari kita memandang dari sisi lain. Penggusuran yang terjadi itu kan sebenarnya ditujukan untuk kesejahteraan juga. Penggusuran itu buat pembangunan, bangun pabrik, hotel berbintang, apartemen, pabrik atau perusahaan. Atau yang sering terjadi, tempat tinggal atau tempat mereka berjualan itu memang tidak punya izin alias ilegal. Jadi wajar dong ditertibkan. Alasan lain, tempat tinggal atau warung mereka itu mengganggu keindahan, kalo tidak ditertibkan yang ada kota makin kumuh. Nah, kalo kota indah kan kita semua juga yang senang”

Oke deh. Loe bicara dari sisi lain… masalahnya apa loe gak peduli dengan sisi para orang-orang yang teraniaya, para pedagang atau warga yang rumahnya digusur tersebut? Ini sisi yang selalu dikebelakangkan dalam setiap persolan. Dan sisi yang selalu aja dikedepankan adalah sisi yang kayak loe sebut tadi…. ilegal lah, demi pembangunan lah, mengganggu tata kota lah….

Mari kita dudukkan persoalannya. Penggusuran untuk kesejahteraan.. Omong kosong! Kesejahteraan siapa? Yang ada kan kesejahteraan orang-orang yang berdasi itu! Emangnya kalo dibangun pabrik, dibangun apartemen, dibangun hotel berbintang mereka, rakyat kecil bakal menikmatinya gitu? Paling-paling bisanya cuma memandangi dengan ngiler aja. Kesejahteraan buat mereka? Boro-boro. Udah tempat tinggal dan mata pencaharian dimusnahkan, ganti rugi yang kalo pun ada gak bakal sepadan, trus beban psikologi yang mereka dapatkan. Bayangkan kalo loe ada di posisi mereka. Loe kehilangan tempat tinggal, kemana loe bernaung? Loe kehilangan mata pencaharian, padahal loe musti makan, anak loe musti sekolah, bayi loe merengak-rengek minta susu…. apa coba yang loe akan perbuat, maling? Ngerampok? Lagi-lagi loe berurusan dengan aparat dan dibui. Padahal waktu loe nyoba cari nafkah di jalan yang halal loe juga gak dibolehin, nah sekali dijalan yang haram, loe malah dijadikan sampah yang dikantongin di bui! Serba salah!

Kesejahteraan macam apa? Sementara para konglomerat hitam bebas berkeliaran, perusahaan-perusahaan mereka toh tak digusur oleh satpol PP!

Terus masalah ilegal? Sebenarnya yang nentuin ilegal atau legal itu siapa sih? Apa disebut legal bila ada bukti surat-surat bermaterai? Siapa sih sebenarnya pemilik tanah Indonesia ini? Pemerintah atau rakyat? Kalo emang negri ini punya rakyat kenapa mereka dengan semena-mena diusir dari tanah miliknya?!!

Dan masalah ilegal tadi? Sekali lagi gue gak habis pikir, sebuah perumahan disebut ilegal hanya karena tak dilengkapi surat menyurat, dan jawabannya: Gusur!! Sementara sebuah komplek pelacuran yang konon salah satu yang terbesar di asia tenggara, kayak Dolly di Surabaya, dibiarin aja… Pabrik minuman keras dibiarin berproduksi, tempat perjudian dilindungi, diskotik dibikin tambah subur, padahal menurut gue yang terakhir-terakhir ini jelas-jelas ilegal. Kemana para satpol PP? Kalo udah bicara pedagang kaki lima geraknya cepat, tapi kalo udah bicara komplek pelacuran, pabrik minuman keras, kok diam aja. Apa karena mereka punya surat bermaterai, maka mereka dianggap legal, atau jangan-jangan karena mereka rajin ngirim upeti….. Cuih!

Dan demi alasan keindahan? Keindahan macam apa yang didapatkan kalo demi suatu keindahan mengorbankan rakyat-rakyatnya? Artinya kesejahteraan itu cuma Omdo! Omong Doang!

Lebih dari itu yang paling memprihatinkan adalah tindakan aparat saat melakukan penggusuran. Pembongkaran dengan paksa, bahkan dengan tanpa ragu memukuli warga. Seakan-akan mereka adalah penjahat yang melakukan kejahatan besar, seakan-akan mereka adalah para binatang yang merusak keindahan alam, sekan-akan mereka adalah sampah-sampah yang bikin kotor, seakan-akan mereka bukan manusia! Apakah mereka juga berbuat seperti itu untuk para koruptor yang telah membobol kas negara?Apakah perlakuan yang sama diberikan buat para pejabat yang menguras uang rakyat? Dimana kemanusiaan!!? Dimana keadilan!!?

………………………………………………..

 

Nun jauh di sana, nun jauh dahulu…. 1000 tahunan yang lalu, seorang Yahudi tua datang tergopoh-gopoh di gerbang kota Madinah. Orang tua ini baru saja datang dari sebuah perjalanan melelahkan, dari Mesir. Perjalanan jauh yang ditempuhnya ini bukan sekedar perjalanan wisata, dia ingin mengadukan sebuah masalah ke kepala negara yang ada di Madinah. Masalahnya kayak gini, Amr bin Ash, gubernur Mesir saat itu, pengen membangun masjid yang megah di samping istana kegubernurannyanya. Dan kebetulan aja tempat yang rencana dibangun itu ditempati oleh satu gubuk reot. Udah reot, milik Yahudi tua lagi. Negoisasi dilakukan dan Gubernur menjanjikan tebusan yang lumayan besar. Namun dasar Yahudi tua keras kepala. Dia nggak mau bergeser sedikit pun. Sang Gubernur naik pitam dan memerintahkan satpol PP untuk menggusur gubuk reot tersebut dengan paksa. Si Yahudi tua tidak terima dan bertekad memperkarakannya langsung ke Khalifah Umar, atasannya Amr bin Ash.

Dimana gue bisa menemui Khalifah Umar?” tanya si Yahudi tua kepada salah seorang yang sedang beristirahat di dekat masjid nabawi.

Ada keperluan apa loe mencarinya?”

Gue ingin mengadukan satu perkara penting.” Jawab si Yahudi tadi

Loe sedang berhadapan dengannya. Gue Umar!” ucap orang itu santai. Si Yahudi bengong. Masa sih kepala negara yang daerah kekuasaannya luas dari jazirah arab sampai Mesir tampangnya kayak gini, baju tambalan, istirahat bukannya di istana, tapi malah di bawah pohon?!

Singkat cerita si Yahudi tua pun langsung curhat ke khalifah Umar mengenai kasusnya.

Jadi gitu….” ucap Umar. Umar menyuruh si Yahudi nyariin tulang. Si Yahudi bengong lagi, ngapain coba nyari tulang. Jauh-jauh dari Mesir malah disuruh nyari tulang. Khalifah Umar kemudian menggores sebuah garis lurus di tulang tadi. ”Nih, bawa dan kasihkan ke Amr bin Ash!” ucapnya nyantei.

Si Yahudi sekali lagi bengong.

Namun tulang tadi ampuh juga, seketika pas nerima oleh-oleh tulang tadi, Amr bin Ash langsung gemetar tidak karuan dan seketika itu juga membatalkan pembangunan masjid dan memerintahkan pembangunan kembali gubuk tua milik si Yahudi.

Si Yahudi sekali lagi bengong (Hayoo, kuis untuk edisi kali ini.. udah berapa kali

si Yahudi bengong?)

Loe tahu apa artinya oleh-oleh ini? Ini ancaman dari khalifah, arti goresan di tulang itu kayak gini: jangan macem-macam, loe bakal jadi tulang belulang, maka berlaku luruslah, atau pedang beliaulah yang akan meluruskan gue” jelas Gubernur Amr bin Ash.

Si Yahudi manggut-manggut…..

Inikah keadilan?

Inilah keadilan!

Inilah keadilan!

2 Komentar

  1. cameltoe said,

    good blog

  2. candi shop franchise said,

    good post

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: