GUE LIHAT, GUE DENGAR, GUE RASA.

April 3, 2007 at 3:33 am (GUE LIHAT GUE DENGAR GUE RASA)

 

GUE LIHAT

Gue lihat kebobrokan! Kerusakan! Ketimpangan! Kesengsaraan!

Nggak perlu menjadi orang yang jenius dulu untuk mengatakan kalo kondisi saat ini adalah kondisi yang luar biasa bobroknya. Nggak perlu kuliah di fakultas ilmu politik dulu untuk bisa mengatakan Politik di negri ini begitu kotornya. Jilat sana, jilat sini, hantam sana, hantam sini. Suap kiri suap kanan, sementara rakyat ‘melata’ disana menadah menunggu suapan, karena sudah berhari-hari lambung mereka tak terisi butiran makanan. Busung lapar! sementara para ‘wakil rakyat’nya dengan lantangnya memperjuangkan nasibnya, menuntut supaya perut mereka juga bisa busung…. Busung kenyang!

Nggak perlu juga loe kuliah dulu di fakultas ekonomi untuk bisa mengamini kalo kita, bangsa ini termasuk deretan bangsa-bangsa miskin (namun bolehlah, supaya sedikit mengibur diri kita sebut saja kita sebagai ‘bangsa yang berkembang’. Berkembang terus kemiskinannya). Parah! Padahal kita punya harta warisan yang seabreg-abreg tak terkira. Tanahnya subur dengan kekayaan yang luar biasa, yang menurut Koes Plus: … tanah kita tanah surga// tongkat kayu dan batu jadi tanaman. Bukan itu saja, tusukkanlah buminya beberapa meter dengan tombak, keluarlah minyak bumi berombak. Buanglah biji-bijian ke tanah, eh tak lama berubah menjadi kebun nan indah. Iseng-isenglah saat di pinggir sungai tali loe lemparkan, pas diangkat ikan-ikan telah bergelantungan.

Tapi toh, barang-barang itu ternyata dirampok entah oleh siapa, oleh asing? Oleh saudara sendiri? Atau raib ditelan bumi? Yang jelas gue lihat di layar tivi gue, di sinetron-sinetron rumah-rumah yang luar biasa mewahnya, mobil-mobil mengkilap, milik bos-bos berdasi yang kebingungan untuk menghabiskan uangnya. Sementara kontras gue lihat di emperan-emperan, kolong-kolong jembatan, manusia-manusia berpakaian lusuh mengais-ngais sisa-sisa makanan berebut dengan kucing liar dan lalat-lalat hitam. Kontras! Di bumi tanah surga, lumbung padi, rakyatnya bisa mati kelaparan…..

Gue lihat, sebagaimana yang loe-loe juga biasa lihat. Negeri ini ternyata adalah negrinya penjahat. Untuk menghormati mereka, bahkan, tiap-tiap saluran tivi menyediakan acara khusus menampilkan kegiatan-kegiatan mereka. Nah, di acara-acara tersebut kita bisa belajar trik-trik dan strategi baru gimana sih cara-cara merampok yang efektif dan efisien, cara paling kreatif membunuh orang, apa diperkosa dulu terus dicincang-cincang, gimana mengorganisasi sebuah kegiatan pencurian supaya lebih lancar? Hehehe…. sakitt! Di bumi ini tidak ada lagi jengkal tanah yang aman.

Maka wajarlah bila di setiap saat dan di setiap tempat kita akan selalu dihantui rasa cemas. Di pertokoan, berhati-hatilah banyak pencopet atau tukang hipnotis. Pulang dari Bank, tas loe jadi incaran kawanan perampok. Di parkiran, kendaraan yang sudah dikunci pengaman saja bisa lenyap. Pulang ke rumah, tutup rapat semua pintu dan jendela, maling bisa masuk kapan saja dan dari mana saja. Bahkan jangan pernah membawa sandal mahal ke mesjid, sandal jepit butut yang warnanya beda dan termasuk golongan homo (maksudnya kiri sama kiri, atau kanan sama kanan) saja bisa raib!

Gue juga nggak perlu nyambi kuliah di fakultas keguruan dan ilmu pendidikan untuk sekedar mengatakan negri ini masih merajalela tingkat kebodohannya. Pendidikan begitu mengenaskan. Gue nggak asal ngomong. Nih, baca sendiri faktanya: . Pendidikan Indonesia ternyata menempati urutan ke-12 dari 12 negara Asia, bahkan lebih rendah dari Vietnam. (Penelitian the political and Economic Risk Consultancy) Sementara itu hasil penelitian Program Pembangunan PBB (UNDP) pada tahun 2000 menunjukkan kualitas SDM Indonesia menduduki urutan ke-109 dari 174 negara, atau jauh dibandingkan dengan Singapura (24), Malaysia (61), Thailand (76) dan Filipina (77). (satunet.com).

Dan moral….? Ah, terlalu menyedihkan bila bicara moral anak bangsa. Di sini adalah surganya pornografi. Indonesia gini-gini ternyata telah berhasil meraih peringkat kedua di dunia setelah Rusia berdasarkan Kantor Berita Associated Press dalam hal kasus pornografi-pornoaksi! Kemudian masalah seks bebas, kita pernah dikejutkan dengan hasil survey yang menyebutkan 97,05% anak muda Yogya udah biasa dengan seks bebas dan udah tidak perawan lagi. Hii…..

Hik, hik, hik, ibu pertiwi pun menangis… Aaakhh! Cengeng loe Ibu Pertiwi! Nggak usah lah loe nangis sesenggukan kayak gitu… Tegar dikit ngapa…!? Loe mesti nyadar dan liat juga bahwa sesungguhnya apa yang terjadi di sini bukan tanpa sebab. Anak-anak loe emang sudah keterlaluan semuanya. Mereka mengaku muslim tapi nyatanya keislaman mereka hanyalah islam KaTePe, itu untung-untung bagi yang punya KTP. Mereka mengaku beriman kepada Allah, tapi nyatanya aturan Allah mereka ingkari. Mereka bilang beriman pada AlQur’an tapi ajaran AlQur’an mereka injak-injak. Dan dengan sombongnya malah mendewakan aturan-aturan kufur, Ekonomi Kapitalis, politik Machiavelis, Hukum Positif warisan Belanda, Pemerintahan Liberal, huh! Ngoyo! Sedangkan Ajaran Islam diletakkan di bak sampah. ”Syariat Islam… Aaahh.. kuno.. ketinggalan zaman, nggak pantes di negeri ini..” terkutuklah bagi yang berucap kayak gitu…

 

GUE DENGAR.

Gue denger-denger dulu sih kagak kayak begini.

Dulu, nggak dulu-dulu banget sih, waktu Islam masih diterapkan secara kaffah dalam wadah Daulah Khilafah Islamiyyah, nggak ada ceritanya kayak beginian.

13 abad lebih kita beromansa, sejak Nabi Hijrah di 622 hingga menjelang runtuhnya khilafah terakhir di Turki tahun 1924. kita sejahtera banget.

Di bidang ekonomi… Ah, sejarah mencatat betapa makmurnya umat islam saat itu. Bahkan pernah terjadi dalam masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, kebingungan dalam membagikan harta zakat, gak seorangpun yang bersedia menerima zakat. Kenapa? Ternyata semua orang saat itu merasa kaya, nggak ada yang miskinnya.

Gue dengar juga, dalam wilayah khilafah islam yang luas, yang menaungi asia, afrika, bahkan eropa, wilayahnya 2/3 daerah bumi yang ada penduduknya, keamanan begitu terjamin. Kriminalitas sangat sedikit, sehingga rakyat merasa begitu aman sentosa.

Gue denger pemerintahan saat itu begitu adil. Para pemimpinnya begitu bijak dan amanah, bahkan seorang Umar masih memakai baju penuh tambalan, padahal negara yang dikuasainya meluas dari asia hingga afrika utara.

Gue denger pendidikan di sana begitu maju. Para ilmuwan, para guru, dan para pelajar dimuliakan. Pemerintah mendorong kegiatan-kegiatan ilmiah. Pendidikan dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi diselenggrakan secara GRATIS. Bahkan para pelajar diberi tunjangan dan ditampung dalam asrama-asrama. Berbagai buku dan berbagai penemuan banyak muncul hingga bahkan orang-orang non islam di negara-negara lain banyak yang bercita-cita untuk menuntut ilmu di negara islam.

Gue denger saat itu negara bukan sekedar kaya, sejahtera, aman, dan cerdas. Tapi lebih dari itu, keadaan negri itu betul-betul seperti apa yang diilustrasikan dalam alqur’an “baldatun toyyibatun wa robbun ghafuur”. Masyarakatnya santun berakhlak mulia, bertaqwa kepada Allah yang MahaKuasa. Limpahan karunia tak kunjung sirna. Bumi penuh rahmat dihuni para manusia berhati malaikat!

Dan negri itu bukanlah negri dongeng!

Negri itu pernah ada

Bahkan 1300 tahun lamanya.

 

GUE RASA.

Gue rasa…. udahlah! Gue yang rada-rada goblok aja paham kalo keadaan ini udah demikian parahnya, dan kita perlu melakukan perubahan besar-besaran. Apalagi loe-loe yang lebih goblok dari gue (ups, maafkan gue telah membongkar aib kalian).

Ibaratnya kayak gini, ada sekelompok orang dari Hulu Sungai naik mobil ke Banjarmasin, mobil yang mereka tumpangi luar biasa bututnya, mesinnya udah ancur-ancuran, bodinya juga udah keropos, bannya gundul dan rada kempes. Belum beberapa puluh kilo, si mobil udah mogok. Nah, para penumpang lalu pada demo.. ganti supirnya! Ganti supirnya! Oke, supir udah diganti.. eh nyatanya satu kilo, mobil mogok lagi.. Ya wajarlah, orang bego juga tahu (berarti loe tahu dong..) yang salah adalah mobilnya. Biar kate Michael Jackson yang jadi sopirnya (eh.. gue rada-rada lupa ingat, Michael Jackson itu betul kan yang jagonya F1?) ya tetep aja kayak gitu. Solusinya… ganti mobilnya!

Gitu juga kali… negri ini udah keropos, kalo ganti pemimpin, sehebat apapun pemimpinnya kalo sistemnya kayak gini-gini aja, ya akhirnya kayak gitu-gitu juga. Makanya, ganti sistemnya brur.

Eh, trus… trus.. sistem yang mana dong? Kita tanya Allah yuk…

”Apakah hukum (sistem) jahiliyyah yang kalian inginkan. Maka hukum (sistem) manakah yang lebih baik daripada hukum (sistem) dari Allah bagi mereka yang meyakini” (TQS AlMaidah 50)

Ehem, jadi kelir kan? Sistem dari Allah udah terbukti berhasil dijalankan sejak 622M hingga 1924 M. Dan di masa itu kesejahteraan betul-betul terasa. Sistem jahiliyyah saat ini, boro-boro deh bawa kesejahteraan. Yang ada sakit aja bawaannya. Makanya let’s back to Islam…. hepi ye yee.. hepi hepi yeeee….!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: