IMAJINASI

Mei 28, 2007 at 4:33 am (IMAJINASI)

Hari yang indah di bikini bottom, tempat para makhluk laut menjalani hidupnya dengan gembira… Tapi tidak demikian dengan Squidward. Semenjak siang tadi otaknya nggak bisa tenang. Bahkan televisi yang baru aja dibelinya gak bisa membuatnya nyaman….. ”Pasti gara-gara ulah jahil si Spongebob dan Patrick lagi deh?” Yee, sobat Nick jangan su’udzon dulu… Spongebob dan Patrick gak ngapa-ngapain kok. Malah dari tadi mereka cuma duduk diam nyantai di dalam kotak televisi. ”Lalu, lalu, kenapa jadi Squidward kesel banget?” Jadi gini ceritanya…. tapi duduk yang manis dulu yaaa…. Naahh, jadi ceritenya kan kotak televisi itu emang udah dibuang ama Squidward. Eh, tapi uniknya Spongebob dan Patrick malah maen-maen di dalamnya, mulai dari maen tembak-tembakan, petualangan, main koboy, dan banyak lagi deh…. dan mereka berbuat seolah-olah itu benar-benar terjadi nyata, lengkap dengan efek suara yang seperti asli. Tentu aja Squidward kesel dan merasa terganggu. Sebelnya, berkali-kali Squidward melongok ke dalam kotak, dia tetap tidak menemukan apa-apa di dalam kotak ajaib itu, yang ada hanya muka-muka bloon Spongebob dan Patrick yang duduk diam sambil memejamkan mata… Nah lho… ”Bagaimana mungkin ini bisa terjadi!! Bagaimana kalian membuat ini seolah benar-benar nyata!!” umpat Squidward kesal. Dan, dengan nyantai Spongebob hanya menjawab….. “…. Kau hanya perlu…. imajinasi…..!” *** Loe-loe para spongebob maniak pasti udah berkali-kali menonton episode di atas (heh, dasar kanakan! Tontonan spongebob! Yang ilmiah dong!), soalnya episode Spongebob emang selalu diulang-ulang, bahkan episode diatas sudah ditayangkan puluhan kali. Maklum aja, Spongebob emang keseringan diputer, sehari ada empat kali, dan diputar tiap hari, bahkan hari minggu diputar lebih sering. Heran, kok loe nggak bosen-bosen juga ya nongkronginnya? Nah, ada suatu hikmah yang menarik dari cuplikan episode Spongebob di atas (Wayyooo, hikmah neeh…). Yaitu tentang sebuah kekuatan yang seringkali kita remehkan dan diabaikan, yaitu kekuatan imajinasi! Ya, kekuatan imajinasi sering dilecehkan oleh orang-orang yang mengaku dirinya intelek dan mengaku dewasa. Kekuatan ini acapkali dicap kekanak-kanakan, dan uniknya menurut penelitian, kekuatan ini emang lebih dominan dimiliki oleh anak-anak dibandingkan dewasa. Orang dewasa lebih percaya dengan kekuatan rasio dan matematis. Sehingga kemampuan imajinatif dan kreatif mereka biasanya terkubur di balik alam rasio yang mereka agung-agungkan. Nah, mengutip apa yang pernah diungkapkan oleh Einstein, bahwa “Energi mengikuti Imajinasi”. Einstein serius betul dengan ucapannya. Dia sendiri mengaku telah membuktikannya saat dia ditanya bagaimana dia mampu menghasilkan begitu banyak teori spektakuler, dia menjawab imajinasinyalah yang menjadi salah satu bahan bakar dari idenya itu. Persis seperti sebuah pepatah latin ‘Fortis imaginatio generat casum’ artinya imajinasi yang jelas menghasilkan kenyataan. Maka wajar kebanyakan orang sukses bukan mengandalkan kekuatan intelektualnya, namun berkat… sekali lagi… imajinasi! Gue punya sebuah cerita menarik yang gue kutip dari sebuah blog di internet. Ini tentang kisah hidup Mayor James Nesmeth, seorang tentara yang doyan main golf. Si mayor ini begitu tergila-gila dengan golf. Sayangnya, sebelum menikmati kesempatan itu, dia ditugaskan ke Vietnam Utara. Sungguh sial, saat di Vietnam si mayor ditangkep oleh tentara musuh dan dijebloskan ke penjara yang pengap dan sempit. Dia nggak diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan siapa pun. Situasi pengap, kosong, dan beku itu sungguh menjadi siksaan fisik dan mental yang meletihkan baginya. Untungnya, Nesmeth sadar dirinya harus menjaga pikirannya agar gak sinting. Dia mulai berlatih mental. Setiap hari, dengan imajinasinya, dia membayangkan dirinya berada di padang golf yang indah dan memainkan golf 18 hole. Dia berimajinasi secara detail. Dia melakukannya rata-rata empat jam sehari selama tujuh tahun. Lantas, tujuh tahun kemudian, dia pun dibebaskan dari penjara. Namun, ada yang menarik saat dia mulai bermain golf kembali untuk pertama kalinya. Ternyata, Mayor James Nesmeth mampu mengurangi rata-rata 20 pukulan dari permainannya dulu. Orang-orang pun bertanya kepada siapa dia berlatih. Tentu saja, tidak dengan siapa pun. Yang jelas, dia hanya bermain dengan imajinasinya. Tetapi, ternyata itu berdampak pada hasil kemampuannya. Nah, inilah kekuatan imajinasi itu. Imajinasi membentuk mimpi, mimpi membentuk cita-cita, dan cita-cita membentuk realita. Jadi awalilah dengan berimajinasi dan bermimpi! Ada cerita lain tentang kekuatan imajinasi dan mimpi. Cerita ini berasal dari zaman Rasulullah yang kurang lebihnya seperti ini (sori, gue lupa naruh bukunya, jadi ceritanya yang seingat gue aja yah.. sori kalo ada yang salah) Jadi sewaktu perang khandaq, Beliau dan para sahabat menggali parit yang rencananya digunakan sebagai benteng pertahanan dari serangan musuh, yaitu Kaum kafir Quraisy dan para sekutunya. Di saat menggali parit, para sahabat menemukan sebuah batu besar. Satu per satu para sahabat mencoba memecahkannya dan gak ada satu pun yang sukses mecahin. Akhirnya Rasulullah turun tangan langsung. Beliau mengayunkan kapak dengan kuat, kemudian batu itu mengeluarkan kilatan, beliau mengayunkan lagi dan keluar kilatan lagi. Hingga yang terakhir juga mengeluarkan kilatan sebelum akhirnya batu hancur berkeping-keping. Nah, di tiap kali keluar kilatan, Rasul tercinta bersabda (Nah, ini dia, gue rada lupa isi sabdanya, nanti koreksi ya) Beliau bercerita bahwa di tiap kilatan itu beliau melihat penaklukan Persia, Penaklukan Romawi, Penaklukan Mesir. Tentunya Rasul bisa melihat ini melalui perantaraan wahyu dari Allah. Namun menariknya adalah beliau saat itu sebenarnya sedang menanamkan mimpi dan imajinasi kepada para sahabatnya. Ini unik! beliau menanamkan imajinasi di benak mereka bahwa pada waktu yang tidak lama lagi mereka akan menaklukkan 3 negara yang paling berkuasa saat itu, yaitu Persia, Romawi, Mesir. Padahal, saat itu mereka –Rasul dan para Sahabat- sedang dalam keadaan paling kritis, yaitu ancaman mematikan, serangan telak dari musuh bebuyutan kafir Quraisy dibantu para sekutunya dari kabilah-kabilah Arab. Hitung-hitungan rasio dan matematis, mustahil mereka bisa selamat. Bahkan kebanyakan berpikir inilah saatnya kaum muslimin menemui ajalnya… hancur lebur. Rasulullah sendiri hanya bisa memilih bertahan di Madinah. Namun, kita simak bagaimana beliau memberikan imajinasi kepada para pengikutnya… gak alang tanggung, imajinasi yang ditanamkan bukan hanya kemenangan pada perang itu… namun kemenangan bahwa mereka setelah ini akan menjelma menjadi umat terhebat, negara mereka menjadi negara paling adidaya, superpower mengalahkan Persia dan Romawi. Imajinasi membentuk mimpi dan mimpi menjelma menjadi nyata…. hingga akhirnya terbukti, kata-kata yang disampaikan Rasul di saat-saat kritis itu benar-benar nyata. Satu per satu daerah tadi kemudian akhirnya ditaklukkan oleh kaum muslimin. Imajinasi adalah energi. Energi yang kalo diolah terus-menerus akan wujud dalam apa yang kita imajinasikan itu. Dengan kekuatan imajinasi, masa depan akan menjadi milik kita sesuai yang kita cita-citakan. Dengan imajinasi, kita bisa menjadi tuan atas takdir kita. Stephen Covey dalam 7 Habits mengatakan kita membuat kreasi mental lebih dulu sebelum kreasi fisiknya. Semakin kuat gambaran mental yang kita miliki, semakin besar energi yang kita miliki untuk mewujudkannya. Sebaliknya, jika kita terlalu banyak membayangkan yang buruk dan negatif, kita menarik energi negatif dan kita semakin ter-demotivasi untuk meraihnya. Suatu ketika gue pernah berdebat dengan seseorang…. ”Ah, loe itu naif, mimpi loe itu terlalu mengangan-angan. Yang realistis sajalaahh…” Hardiknya. Gue waktu itu cerita kepada dia tentang mimpi gue bahwa dalam beberapa waktu lagi akan terbentuk sebuah negara Islam yang super power jauh mengungguli Amerika Serikat. Negara itu menerapkan Islam secara totalitas, menjadi adidaya di dunia. Seluruh umat Islam bersatu dalam negara itu. Panji Islam mengangkasa, musuh-musuhnya takluk. Kesejahteraan dan Kedamaian mencuat dan merajai dunia. ”Oke, kita memang sama-sama memperjuangkan islam. Tapi loe itu kelampau ketinggian bermimpinya. Jangan berlebihan jack!” ucapnya lagi. ”Lho? Apanya yang berlebihan? Gue tidak sedang berangan-angan kosong. Setidaknya mimpi gue ini logis. Buktinya keberadaan kejayaan Islam seperti yang gue impikan itu memang pernah terjadi” jawab gue. ”Atau loe malah meragukan kalo kita pernah mengalami masa adidaya? Padahal kaum di luar islam saja banyak mengakuinya. Catatan sejarah jadi saksi jelas kalo umat muslimin sebelumnya berabad-abad telah menjadi adidaya memimpin peradaban umat manusia. Di segala bidang kita memimpin, di sains, di militer, di ekonomi, semuanya. Negara itu, Daulah Khilafah Islamiyyah, secara nyata pernah eksis dan berjaya dari kurun waktu 622 M dari hijrahnya rasul hingga 1924 M saat diruntuhkan oleh Agen Yahudi Mustafa Kemal atTaturk. Lalu dari sisi mana kita meragukannya?” “Atau loe menganggap mimpi gue cuma mengada-ada. Padahal cita-cita mengembalikan kejayaan negara islam ini sebenarnya cuma layaknya meneruskan estafet saja. Kita hanya membangun kembali” “Ya ya ya… tapi masalahnya sampai kapaaaannn. Lihat di sekitar loe? Jangankan untuk membangun negara adidaya, untuk makan sehari saja umat ini udah susah bukan main!” bantahnya kembali. “Masalah kapan berhasil bukan urusan manusia. Itu urusan Allah. Yang kita lakukan adalah prosesnya, perjuangannya! Allah akan menilai seberapa keras perjuangan kita. Masalah hasil, biarlah Allah yang menentukan. Jadi jangan pernah bertanya sampai kapan mimpi itu baru bisa terwujud. Bahkan kalo Allah mengingini saat ini pun bisa aja terwujud. Nah, kemudian seperti kata loe tentang masalah umat ini…. Ini gue kembalikan lagi semata adalah akibat ketiadaan Negara yang menerapkan Islam secara Kaffah tersebut. Umat betul-betul terpuruk di seluruh bidang kehidupan. Parah! Bahkan saking parahnya, untuk bermimpi saja, -sebuah pekerjaan yang sangat mudah- mereka nggak berani tinggi-tinggi. Gue berprinsip, kalo masang cita-cita jangan kepalang tanggung, karena bercita-cita gak perlu bayar. Maka bercita-cita besarlah. Terlebih kalo pada faktanya, kita memang mempunyai potensi untuk mencapai cita-cita itu” Daulah Khilafah Islamiyyah, sebuah negara adidaya. Inilah jawaban terhadap masalah umat. Hanya negara ini yang mampu menegakkan Islam secara totalitas. Negara ini pula yang bisa mengangkat kejayaan Islam kembali seperti masa awal-awal Islam. Yang dapat mengatasi seluruh problematika umat. Inilah negara yang pernah didirikan oleh Rasulullah dan para Sahabat. Negara yang pernah menaungi kesejahteraan dunia lebih dari 13 abad. Negara yang sempat runtuh beberapa puluh tahun lamanya hingga saat ini… dan negara yang besok akan segera berdiri kembali, sebagaimana imajinasi yang ditanamkan oleh Rasulullah melalui Hadits sahihnya yang diriwayatkan oleh Imam Muslim ..Tsumma takuunu khilafatan ‘ala minhajin nubuwwah…” Kemudian akan berdiri kembali negara khilafah yang sesuai dengan manhaj kenabian….. Maka, selayaknya Spongebob, ketika mengucapkan di hadapan Squidward ”…Imajinasi!” dengan percaya dirinya, kemudian pelangi keluar dari kedua tangannya. Begitu juga gue, dengan percaya diri dan lantang gue katakan ”Imajinasi!!” gue akan mulai dengan itu. Bahwa kebangkitan kejayaan, dan keadidayaan Islam saat ini adalah masih sebatas imajinasi. Namun gue katakan imajinasi itu dalam waktu yang teramat singkat akan menjelma menjadi realita. Imajinasi itu akan nyata!

9 Komentar

  1. chox said,

    buletinnya sy copy ya
    trus mo disebarkan ke orang2 jugaa…

  2. searcher said,

    gile lo!punya waktu sehari tuh berapa jam c…hebat bgt manajemen waktunya!hiks..hiks.. aq terharu ne am semangat juang dakwahmu!!!moga aja aq bisa posistif tertular kobaran semangatnya..hehe..kalo bisa c kreativitasnya jg..

  3. benbego said,

    imajinasi… klo gue nyebutnya proyeksi masa depan. salute4u!

  4. jafarudin said,

    bagus bgt,kembangi trs supaya para generasi kita bisa memajukan bangsa dengan imajinasi.

  5. El Arf said,

    mohon ijin ngeposin postingan ini di tmpt lain,
    boleh ya…. sumbernya disebutin kok.
    insya ALLAH tujuan dakwah

  6. galihteja said,

    Ilusi ialah khayalan yg dimana menjadi pemacu otak

  7. lisna said,

    duh..bgus banget artikelnya, salut deh…eia ngmong2 spongebob n imajinasi nih sya bru bkin blog yg jdulnya imagination/imajinasi, inspirasi jdulnya dtang dr epsode spongebob yg imajinasi itu he he.. sya ijin ngopi jg ya wat d masukn k artikel sya sumbrnya bklan wajib sya tlis kok. thanks, lam knal.

  8. dark angel said,

    gw juga sring
    ber-imajinasi

    ampe2 ku buat gambarnya

    hha

  9. dark angel said,

    imajinasi sring bgt org katakan sbg sbuah hal yg spele
    tp sesungguhnya di otak yg tepat bisa mjd sebuah tambang emas yg dpt memberikan bnyk manfaat dlm khidupan

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: