GUE LIHAT, GUE DENGAR, GUE RASA.

April 3, 2007 at 3:33 am (GUE LIHAT GUE DENGAR GUE RASA)

 

GUE LIHAT

Gue lihat kebobrokan! Kerusakan! Ketimpangan! Kesengsaraan!

Nggak perlu menjadi orang yang jenius dulu untuk mengatakan kalo kondisi saat ini adalah kondisi yang luar biasa bobroknya. Nggak perlu kuliah di fakultas ilmu politik dulu untuk bisa mengatakan Politik di negri ini begitu kotornya. Jilat sana, jilat sini, hantam sana, hantam sini. Suap kiri suap kanan, sementara rakyat ‘melata’ disana menadah menunggu suapan, karena sudah berhari-hari lambung mereka tak terisi butiran makanan. Busung lapar! sementara para ‘wakil rakyat’nya dengan lantangnya memperjuangkan nasibnya, menuntut supaya perut mereka juga bisa busung…. Busung kenyang!

Nggak perlu juga loe kuliah dulu di fakultas ekonomi untuk bisa mengamini kalo kita, bangsa ini termasuk deretan bangsa-bangsa miskin (namun bolehlah, supaya sedikit mengibur diri kita sebut saja kita sebagai ‘bangsa yang berkembang’. Berkembang terus kemiskinannya). Parah! Padahal kita punya harta warisan yang seabreg-abreg tak terkira. Tanahnya subur dengan kekayaan yang luar biasa, yang menurut Koes Plus: … tanah kita tanah surga// tongkat kayu dan batu jadi tanaman. Bukan itu saja, tusukkanlah buminya beberapa meter dengan tombak, keluarlah minyak bumi berombak. Buanglah biji-bijian ke tanah, eh tak lama berubah menjadi kebun nan indah. Iseng-isenglah saat di pinggir sungai tali loe lemparkan, pas diangkat ikan-ikan telah bergelantungan.

Tapi toh, barang-barang itu ternyata dirampok entah oleh siapa, oleh asing? Oleh saudara sendiri? Atau raib ditelan bumi? Yang jelas gue lihat di layar tivi gue, di sinetron-sinetron rumah-rumah yang luar biasa mewahnya, mobil-mobil mengkilap, milik bos-bos berdasi yang kebingungan untuk menghabiskan uangnya. Sementara kontras gue lihat di emperan-emperan, kolong-kolong jembatan, manusia-manusia berpakaian lusuh mengais-ngais sisa-sisa makanan berebut dengan kucing liar dan lalat-lalat hitam. Kontras! Di bumi tanah surga, lumbung padi, rakyatnya bisa mati kelaparan…..

Gue lihat, sebagaimana yang loe-loe juga biasa lihat. Negeri ini ternyata adalah negrinya penjahat. Untuk menghormati mereka, bahkan, tiap-tiap saluran tivi menyediakan acara khusus menampilkan kegiatan-kegiatan mereka. Nah, di acara-acara tersebut kita bisa belajar trik-trik dan strategi baru gimana sih cara-cara merampok yang efektif dan efisien, cara paling kreatif membunuh orang, apa diperkosa dulu terus dicincang-cincang, gimana mengorganisasi sebuah kegiatan pencurian supaya lebih lancar? Hehehe…. sakitt! Di bumi ini tidak ada lagi jengkal tanah yang aman.

Maka wajarlah bila di setiap saat dan di setiap tempat kita akan selalu dihantui rasa cemas. Di pertokoan, berhati-hatilah banyak pencopet atau tukang hipnotis. Pulang dari Bank, tas loe jadi incaran kawanan perampok. Di parkiran, kendaraan yang sudah dikunci pengaman saja bisa lenyap. Pulang ke rumah, tutup rapat semua pintu dan jendela, maling bisa masuk kapan saja dan dari mana saja. Bahkan jangan pernah membawa sandal mahal ke mesjid, sandal jepit butut yang warnanya beda dan termasuk golongan homo (maksudnya kiri sama kiri, atau kanan sama kanan) saja bisa raib!

Gue juga nggak perlu nyambi kuliah di fakultas keguruan dan ilmu pendidikan untuk sekedar mengatakan negri ini masih merajalela tingkat kebodohannya. Pendidikan begitu mengenaskan. Gue nggak asal ngomong. Nih, baca sendiri faktanya: . Pendidikan Indonesia ternyata menempati urutan ke-12 dari 12 negara Asia, bahkan lebih rendah dari Vietnam. (Penelitian the political and Economic Risk Consultancy) Sementara itu hasil penelitian Program Pembangunan PBB (UNDP) pada tahun 2000 menunjukkan kualitas SDM Indonesia menduduki urutan ke-109 dari 174 negara, atau jauh dibandingkan dengan Singapura (24), Malaysia (61), Thailand (76) dan Filipina (77). (satunet.com).

Dan moral….? Ah, terlalu menyedihkan bila bicara moral anak bangsa. Di sini adalah surganya pornografi. Indonesia gini-gini ternyata telah berhasil meraih peringkat kedua di dunia setelah Rusia berdasarkan Kantor Berita Associated Press dalam hal kasus pornografi-pornoaksi! Kemudian masalah seks bebas, kita pernah dikejutkan dengan hasil survey yang menyebutkan 97,05% anak muda Yogya udah biasa dengan seks bebas dan udah tidak perawan lagi. Hii…..

Hik, hik, hik, ibu pertiwi pun menangis… Aaakhh! Cengeng loe Ibu Pertiwi! Nggak usah lah loe nangis sesenggukan kayak gitu… Tegar dikit ngapa…!? Loe mesti nyadar dan liat juga bahwa sesungguhnya apa yang terjadi di sini bukan tanpa sebab. Anak-anak loe emang sudah keterlaluan semuanya. Mereka mengaku muslim tapi nyatanya keislaman mereka hanyalah islam KaTePe, itu untung-untung bagi yang punya KTP. Mereka mengaku beriman kepada Allah, tapi nyatanya aturan Allah mereka ingkari. Mereka bilang beriman pada AlQur’an tapi ajaran AlQur’an mereka injak-injak. Dan dengan sombongnya malah mendewakan aturan-aturan kufur, Ekonomi Kapitalis, politik Machiavelis, Hukum Positif warisan Belanda, Pemerintahan Liberal, huh! Ngoyo! Sedangkan Ajaran Islam diletakkan di bak sampah. ”Syariat Islam… Aaahh.. kuno.. ketinggalan zaman, nggak pantes di negeri ini..” terkutuklah bagi yang berucap kayak gitu…

 

GUE DENGAR.

Gue denger-denger dulu sih kagak kayak begini.

Dulu, nggak dulu-dulu banget sih, waktu Islam masih diterapkan secara kaffah dalam wadah Daulah Khilafah Islamiyyah, nggak ada ceritanya kayak beginian.

13 abad lebih kita beromansa, sejak Nabi Hijrah di 622 hingga menjelang runtuhnya khilafah terakhir di Turki tahun 1924. kita sejahtera banget.

Di bidang ekonomi… Ah, sejarah mencatat betapa makmurnya umat islam saat itu. Bahkan pernah terjadi dalam masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, kebingungan dalam membagikan harta zakat, gak seorangpun yang bersedia menerima zakat. Kenapa? Ternyata semua orang saat itu merasa kaya, nggak ada yang miskinnya.

Gue dengar juga, dalam wilayah khilafah islam yang luas, yang menaungi asia, afrika, bahkan eropa, wilayahnya 2/3 daerah bumi yang ada penduduknya, keamanan begitu terjamin. Kriminalitas sangat sedikit, sehingga rakyat merasa begitu aman sentosa.

Gue denger pemerintahan saat itu begitu adil. Para pemimpinnya begitu bijak dan amanah, bahkan seorang Umar masih memakai baju penuh tambalan, padahal negara yang dikuasainya meluas dari asia hingga afrika utara.

Gue denger pendidikan di sana begitu maju. Para ilmuwan, para guru, dan para pelajar dimuliakan. Pemerintah mendorong kegiatan-kegiatan ilmiah. Pendidikan dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi diselenggrakan secara GRATIS. Bahkan para pelajar diberi tunjangan dan ditampung dalam asrama-asrama. Berbagai buku dan berbagai penemuan banyak muncul hingga bahkan orang-orang non islam di negara-negara lain banyak yang bercita-cita untuk menuntut ilmu di negara islam.

Gue denger saat itu negara bukan sekedar kaya, sejahtera, aman, dan cerdas. Tapi lebih dari itu, keadaan negri itu betul-betul seperti apa yang diilustrasikan dalam alqur’an “baldatun toyyibatun wa robbun ghafuur”. Masyarakatnya santun berakhlak mulia, bertaqwa kepada Allah yang MahaKuasa. Limpahan karunia tak kunjung sirna. Bumi penuh rahmat dihuni para manusia berhati malaikat!

Dan negri itu bukanlah negri dongeng!

Negri itu pernah ada

Bahkan 1300 tahun lamanya.

 

GUE RASA.

Gue rasa…. udahlah! Gue yang rada-rada goblok aja paham kalo keadaan ini udah demikian parahnya, dan kita perlu melakukan perubahan besar-besaran. Apalagi loe-loe yang lebih goblok dari gue (ups, maafkan gue telah membongkar aib kalian).

Ibaratnya kayak gini, ada sekelompok orang dari Hulu Sungai naik mobil ke Banjarmasin, mobil yang mereka tumpangi luar biasa bututnya, mesinnya udah ancur-ancuran, bodinya juga udah keropos, bannya gundul dan rada kempes. Belum beberapa puluh kilo, si mobil udah mogok. Nah, para penumpang lalu pada demo.. ganti supirnya! Ganti supirnya! Oke, supir udah diganti.. eh nyatanya satu kilo, mobil mogok lagi.. Ya wajarlah, orang bego juga tahu (berarti loe tahu dong..) yang salah adalah mobilnya. Biar kate Michael Jackson yang jadi sopirnya (eh.. gue rada-rada lupa ingat, Michael Jackson itu betul kan yang jagonya F1?) ya tetep aja kayak gitu. Solusinya… ganti mobilnya!

Gitu juga kali… negri ini udah keropos, kalo ganti pemimpin, sehebat apapun pemimpinnya kalo sistemnya kayak gini-gini aja, ya akhirnya kayak gitu-gitu juga. Makanya, ganti sistemnya brur.

Eh, trus… trus.. sistem yang mana dong? Kita tanya Allah yuk…

”Apakah hukum (sistem) jahiliyyah yang kalian inginkan. Maka hukum (sistem) manakah yang lebih baik daripada hukum (sistem) dari Allah bagi mereka yang meyakini” (TQS AlMaidah 50)

Ehem, jadi kelir kan? Sistem dari Allah udah terbukti berhasil dijalankan sejak 622M hingga 1924 M. Dan di masa itu kesejahteraan betul-betul terasa. Sistem jahiliyyah saat ini, boro-boro deh bawa kesejahteraan. Yang ada sakit aja bawaannya. Makanya let’s back to Islam…. hepi ye yee.. hepi hepi yeeee….!

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

ANTARA VALENTIN DAN PALESTIN

April 3, 2007 at 3:28 am (ANTARA VALENTIN DAN PALESTIN)

Life with love, everywhere, everytime, and everyone….

Kata orang cinta itu mengikat manusia menembus batas SARA dan Negara. Cinta menjadi bahasa dunia tanpa butuh kata-kata. Cinta menjadi mata dari ketulusan hati umat manusia. Begitulah cinta…

Sori agak menjambu sedikit. Gue disini cuma pengen ngungkapkan bahwa cinta emang luar biasa dahsyatnya. Kata-kata diatas juga kebetulan nemu aja di sebuah majalah, katanya sih merupakan ungkapan kata mutiara dari seorang penyair pemuja cinta. Au ah gelap

Kolega Save us, lama kagak ketemu. Mudah-mudahan masa-masa ujian dan liburan semester ini gak bikin kamu lupa ingatan sehingga lupa ama selebaran gelap ini, yang biar gelap tapi bermutu tinggi. Hehe… Kebetulan aja kita ketemuannya pas hot-hot-nya acara yang katanya hari besarnya cinta, yaitu valentinan. Padahal berani sumpah! Gue paling bete kalo ngebahas masalah valentine. Bukan karena tiap valentine gue pasti berada dalam kesendirian. Nggak men! Gue gak pernah iri secuil pun dengan kemeriahan valentine apalagi sampai menitikkan isi dari kelenjar saliva gue karena saking kepengennya ikutan. Gue cuma prihatin dengan kegiatan yang dinamakan valentine dan orang-orang yang mau-maunya nerjunin diri dalam acara itu. Padahal gue yakin banget sebagian besar dari mereka udah tau persis kalo tu budaya budaya jiplakan, hari rayanya orang kafir, dan acara-acara yang digelar di perayaan itu pol maxiat. Nah itulah yang bikin gue sebel dan bete. Tapi akhirnya dengan terpaksa gue terusin niat gue tuk nulis tentang valentine. Wong sudah cape-cape ngetik sampai tiga paragraf begini masa gak diterusin…

Kembali ke soal cinta. Cinta emang sesuatu yang fitrah. Gak normal bila ada orang yang nggak memiliki cinta. Bahkan orang gak normal pun pasti tetap memiliki cinta. Dan saking hebatnya cinta, sampai-sampai seseorang bernama Leo F Buscaglia bela-belain membuka sebuah fakultas cinta di sebuah universitas di California. Bahkan Allah sendiri menegaskan bahwa manusia dihiasi dengan cinta. Jadi untuk kesekian kalinya. cinta adalah sesuatu yang fitrah. Tapi apakah ini bisa jadi pembenaran terhadap pacaran atau perayaan hari cinta seperti valentine? Nggak!!!

Kolega save us, cinta emang sesuatu yang fitrah. Tetapi kalo bicara soal penyaluran cinta lain lagi. Islam yang kita anut punya rambu-rambu yang jelas mengenai penyaluran cinta ini. Maka untuk memutuskan apakah penyaluran cinta itu bener atau keblinger kita mesti memulangkannya ke aturan-aturan Allah. Mengapa aturan Allah? Karena yang ciptain kita, beri napas kita, dan bakal nyidang kita di akhirat kelak adalah Allah. Maka pantas kalo dia ngatur kita, karna Dia yang Mahatahu dengan keadaan kita, coy.

Rasanya nggak perlu lagi kita cerita-cerita tentang sejarah valentine. Kolega Save us pasti udah pada tau kalo valentine itu berasal dari peringatan pengorbanan seorang pastur yang bernama valentine yang dihukum mati karena menikahkan sepasang pengantin, padahal pada masa itu ada larangan nikah buat para pemuda. Atau versi cerita lainnya yaitu bermula dari kebiasaan penduduk Vatikan dan sekitarnya dimana pada tanggal 15 februari adalah hari pemberian ampun untuk para pemeluk agama nasrani langsung dari romawi. Jadi sebelum tanggal itu, yaitu tanggal empat belasnya, para pemeluk agama tersebut mengadakan semacam pesta untuk besoknya. Lain lagi di negaranya David Beckham Tanggal 14 Februari dulunya memang merupakan hari yang sakral buat mojang muda. Kenapa? Ya, soalnya burung-burung pada kawin pas tanggal itu. Ngerti khan kalo’ burung itu menandakan cinta kasih. Sehingga pada masanya Duke of Orleans (abad ke-14), hari itu dijadikan ajang muda-mudi saling berkirim surat dan kue, serta menyalakan lilin-lilin tanda cinta kasih. Kata valentine sendiri berasal dari bahasa Normand (yang pasti bukan daerah di sekitar Lamongan), yaitu galanti-galant yang artinya lover atau yang mencintai. Tapi buktinya nggak ada cinta yang ada di situ, tapi hanya nafsu sang hidung belang. Jijai deh…!!! Nah lho kok malah jadi cerita panjang lebar, katanya nggak perlu cerita..

Nah kalo semuanya udah pada tau, mengapa pesta liar itu masih dikerjakan!!!!!!!!!! (gue pengen banyak-banyak bikin tanda seru, supaya kesannya kayak lagi tereak gitu). Gak tau apa kalo ada hadits yang berbunyi “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk ke dalam golongan tersebut”. Maka apabila kamu ngikut-ngikutin acara perayaan orang kafir kamu bakal digolongkan ke dalam golongan tersebut. Mau loe?! Mau loe?! Mau loe ?! (sekarang ceritanya suara gue bergema)

Oke udahan dulu mengenai valentine. Sekarang mari kita tengok sejenak suatu daerah nun jauh di mata tapi dekat di hati. Palestina. Di saat kita asyik-asyiknya menikmati valentinan. Berduaan dengan gacoan kita di hali katih tayang itu. Berbagi coklat dan kado, berbagi sun… (idiih! Jijayyy). Maka di sudut bumi Allah yang bernama Palestina, sodara-sodara muslim kita sedang menderita, barangkali sedang ditembaki oleh tentara Israel, bayangkan mereka mesti terusir dari kampung halamannya sendiri. Yang laki-laki dibunuh, yang perempuan diperkosa. Rumah mereka digusur. Bahkan berita terbaru Israel berencana memusnahkan lagi 3000 rumah di pemukiman Rafah. Coba? Masa tamu, bukannya menghormati tuan rumah malah menggusur rumahnya. (Hey, jangan-jangan kalian nggak tau berita barusan, jangan-jangan taunya cuma berita Ariel Peter Pan yang baru nikah karena memperkosa anak orang)

“Lho apa urusannya dengan gue? Itu kan urusannya bangsa Palestina” mungkin ada di antara kalian yang berpikiran kayak gitu, maka terkutuklah orang yang bicara barusan. Bukankah Rasul berkata orang mukmin dengan mukmin yang lain ibarat satu tubuh yang bila salah anggota tubuhnya terluka, maka seluruh tubuh akan merasa kesakitan. Apakah pantes di saat sodara-sodara muslim kita menderita seperti di Aceh, Afghanistan, Pattaya, Irak, Uzbekistan, Palestina dan lainnya kita asyik-asyiknya berhura-hura di malam valentinan. Ayo… mana yang ngaku-ngaku para pejuang cinta, para sang pencinta, mana bukti cinta kalian pada muslim-muslim Palestina. Apakah kalian rela berkorban untuk cinta pada pacar, sedangkan untuk muslim Palestina kalian tidak peduli? Maka sungguh cinta kalian tidak fair.

Maka mulai sekarang campakkan valentine. Buang coklat yang rencananya bakal diberikan pada gacoanmu dan berikan ke gue. Urungkan niat kalian untuk ikutan acara valentine. Mending uangnya dipakai buat yang lebih bermanfaat misalnya motokopi ni selebaran buat dikasih keorang-orang lain, atau disumbangkan ke Aceh, atau ke Palestin. Mulai sekarang “Bagimu valentinmu, bagiku Palestinku.”

Permalink & Komentar

2 3 4 (DUA TIGA EMPAT)

April 3, 2007 at 3:27 am (2 3 4 (DUA TIGA EMPAT))

Berita-berita di negeri ini emang rada aneh. Coba deh amati, berita-berita yang ada cepet banget muncul dan jadi hangat. Namun secepat munculnya, maka secepat itu juga menghilangnya… dan dilupakan! Kemarin-kemarin kita masih diributkan dengan kasus lumpur Lapindo, kemudian dengan cepat berita Lapindo raib, dan hilang gemanya, dan digantikan dengan 2 berita heboh, yang pertama berita Aa Gym yang nikah lagi dengan isteri kedua Alfarini Eridani, dan berita heboh yang lain tentang video mesum yang starringnya adalah 2 anggota DPR dari partai Golkar, Yahya Zaini dan Maria Eva. Nggak berapa lama, eh berita itu udah kalah pamor dengan berita tewasnya Artis kawakan Alda Rizma yang ditengarai gara-gara Over Dosis, walaupun sampai saat ini pihak keluarga gak terima dengan tuduhan itu. Menurut mereka ada hal yang ganjil dengan tewasnya Alda, dan pihak polisi sampai saat ini masih terus mengusut kejadian sebenarnya. Tokoh kunci yang terus diburu, Feri, pria yang dikatakan menjadi pasangan kencan terakhir Alda, hingga tulisan ini diketik masih belum diketemukan…. Menariknya salah satu artis terkenal lain, Ferri Salim ditengarai ikut-ikutan terlibat, pasalnya mobil yang dikendarai Feri yang bernomor polisi 8550 saat itu diduga adalah miliknya Ferri Salim…. Hmmm

Seru ya? Tapi sayangnya gue ga begitu tertarik dengan berita ketiga, dan Save us bukanlah infotainment!! Paham? Jadi kalo mau tahu kelanjutan berita tadi gak usah nunggu beritanya di Save us ya…

Aa Gym versus Yahya Zaini….. awalnya gue rada-rada males nulis masalah ini.. karena beritanya udah rada usang. Namun ketika gue masih denger komentar sinis dan miring tentang masalah ini, maka gue paksain jari-jari gue memijit tuts-tuts keyboard. Gue rasa Infotainment dan berita-berita selama ini timpang dalam mengungkap masalah ini, dan terkesan memojokkan Aa Gym. Nah, Save us sebagai media yang independen akan membahasnya dari sudut pandang yang berbeda, sebagaimana mottonya ‘Melihat fakta dari sudut pandang berbeda’ (Eh, omong-omong sejak kapan Save us punya motto kayak gitu? Perasaan dulu-dulu gak ada? Ya sejak saat ini! Emangnya ngapa? Terserah gue dong! Mau ganti-ganti motto tiap edisi kan juga gak ada masalah…)

Sebenarnya masalah ini masalah yang udah biasa. Biasa banget! Tetangga gue juga ada yang kawin lagi, dan masalah selingkuh… alaahh.. udah jadi obrolan biasa di sini. Masalahnya gara-gara aktornya aja yang terkenal makanya beritanya ikutan heboh.

Menarik kalo kita lihat figur dari dua tokoh ini… dua-duanya punya latar belakang historis keislaman. Aa Gym, siapa sih yang ga kenal, dai yang meroket dengan manajemen qolbunya, yang selalu santun di setiap tuturnya, dan mengalahkan pamor Dai sejuta umat, KH Zainuddin MZ. Yahya Zaini, biar ga setenar Aa, Yahya adalah aktivis keislaman juga. Bung Yahya ini sempat jadi ketua HMI, dan di Golkar sendiri jabatannya adalah seksi kerohanian…

Jadikan Aku Yang Kedua

Buatlah diriku bahagia

Walaupun kau tak kan pernah

Kumiliki selamanya

Gak tahu apakah lirik lagu yang dipopulerkan Astrid ini yang jadi modus oleh Maria Eva atau Mbak Rini (istri Aa), yang jelas keduanya memang dijadikan sebagai cinta kedua. Bedanya? Jelas banget bedanya. Kasus pertama haram, kasus yang kedua halal. Jelas banget! Jadi gak usah terlalu dipusingin

Sebenarnya masalahnya udah clear en selesai sampai di sini. Tapi ternyata nggak bro! Kasus ini tak pelak mengundang respons masyarakat se Endonesya. Bahkan jadi masalah nasional segala.

Oke, kita lihat apa yang terjadi. Sekedar mengingatkan nggak lama sesudah masalah itu. Segera muncul topik hangat di tengah masyarakat. Isu poligami! HP SBY dan Ibu Ani bejibun dengan kiriman ribuan SMS yang memprotes poligami Aa Gym dengan Mbak Rini. Akibat sms-sms itu Bu Ani langsung mendesak Mas Bambang untuk bertindak cepat masalah poligami ini. Ga ketinggalan, salah satu sohib gue juga ikutan ngirim sms dan kebetulan mujur dibalas langsung oleh bu Ani. Sohib gue mempertanyakan, kok berani-beraninya bu Ani mengkritisi syariat Allah. Sayangnya jawaban bu Ani ketus, dan mengatakan sohib saya itu ga paham tentang UU perkawinan, dan bilang pasti pengirimnya ini adalah pelaku poligami, makanya membela poligami. Hahaha… padahal sohib gue-yang seorang muallaf- itu baru aja lulus SMA!

Nah, pemerintah segera melakukan langkah-langkah politis yang spektakuler, emosional, dan reaksioner. Cepet banget! Padahal pemerintah biasanya lambat untuk masalah yang lain, kayak Lapindo, atau RUU pornografi. Menteri Pemberdayaan Perempuan, Meutia Hatta dan Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar dipanggil mendadak oleh Presiden SBY dan diberi instruksi untuk merevisi UU Perkawinan. Tujuannya agar larangan PNS untuk berpoligami diperketat lagi. Presiden meminta agar Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990–perubahan atas PP No 10/1983–tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil. Rencananya, revisi PP Perkawinan tak hanya berlaku bagi PNS, tapi juga bagi seluruh warga Indonesia. “Presiden mempunyai moralobligation (terikat secara moral) buat memperhatikan masyarakatnya,” kata Meutia. Bahkan Nasarudin main ancam segala, bahwa siapa saja kyai atau ustadz yang menikahkan orang secara poligami, dapat dipidanakan. Wuihh…. Wuihh.. berarti gue ntar ga bisa poligami dong…. (Hehehe.. belagu banget, satu aja gak laku, apalagi 2,3,4…. cappeee dehh!)

Dan Aa Gym yang biasa jadi panutan, tiba-tiba menjadi pesakitan dan pendosa besar. Gue kok jadi kasihan ngelihatnya. Padahal gue sebenarnya ga pernah mengidolakan Aa, namun melihat kejadian ini, gue jadi kasian dan seandainya gue bisa gue pengen membela… banyak orang menghujat…. Aa itu kan figur ulama, kok dihujat sih… konon setelah masalah itu pengajian Aa pengikutnya menurun drastis, nggak serame biasanya. Bahkan ibu-ibu yang dulunya ngefans dengan Aa sekarang balik mencibir beliau… Apa sih salah Aa, sampai digituin?

Beralih ke Yahya Zaini, perselingkuhan Yahya Zaini dengan Mbak Maria dengan videonya yang bikin sensasi itu juga menuai problem. Namun disinilah terlihat anehnya. Beda dengan kasus Aa, pemerintah nampak kurang merespons dan tidak melakukan langkah politik apa pun. Hanya polisi yang konon ceritanya akan mengusut kasus aborsi Maria Eva yang katanya disuruh isteri Yahya Zaini untuk melakukan aborsi. Polisi katanya juga akan mengusut siapa penyebar video porno Yahya Zaini tersebut. Golkar, bahkan hanya memberi sanksi pemecatan aja. Bahkan konon, Yahya masih berhak dapat gajinya sebagai anggota DPR. Pendapat masyarakat? Ah, boro-boro kecaman, bahkan banyak yang merasa simpati dengan Yahya Zaini, karena melihat dia sebagai pihak yang disudutkan. Kepada Maria Eva? Bahkan Mbak Maria dengan pedenya tampil di berbagai acara televisi, seperti di Empat Mata-nya Tukul, tanpa merasa berdosa sedikitpun! Seakan-akan zina adalah hal yang biasa!

Dan keduanya emang tidak dapat dipidana gara-gara zinanya, pasalnya KUHP kita cuma ngatur hukuman ringan bagi pelaku zina yang sudah kawin, dengan syarat ada pengaduan dari pihak yang dirugikan seperti istri. Nah, disini pelaku, keduanya suka sama suka. Dan lucunya dalam jumpa pers, istrinya Yahya Zaini tampaknya malah ikhlas dengan perbuatan suaminya.

Loe udah melihat kontradiksi keduanya?

Yo’i! kolega Save us, tampak banget ketimpangannya. Pemerintah kayak kebakaran jenggot untuk kasus yang pertama (walaupun pak SBY gak punya jenggot). Tapi kasus perzinaan, hmm… pemerintah nyantai-nyantai aja… jangan-jangan…… hehehe… sampai-sampai sohib gue iseng pengen sms bu Ani lagi, isinya ’Apakah ibu yakin ibu adalah satu-satunya istri presiden SBY? Jangan-jangan ada selingkuhannya…’ untung aja nggak jadi dikirim, kalo nggak, bisa muncul berita baru lagi di infotainment, bu Ani nuntut cerai mas Bambang… hehehe…

Ganjil banget memang, dengan cepat pemerintah merespons kasus poligami, katanya Presiden mempunyai moralobligation (terikat secara moral) buat memperhatikan masyarakatnya. Oke? Boleh juga! Tapi kok jadi timpang ya? Ketika kasus perzinaan kok kagak direspon kayak gini? playboy kok dibiarin terbit? Pelacuran dapat izin? Dan RUU pornografi pornoaksi.. Eh RUU itu masih ada kabarnya gak sih?

Dan terlepas dari masalah itu, ada masalah yang lebih terlampau penting… eh, tapi belon ngantuk kan baca tulisan gue? Kalo ngantuk buruan cuci muka dulu sana! Masalahnya gue mo ngomong serius neeh

Ehem, menurut loe-loe gimana sih masalah poligami itu? Setuju nggak?! Weii… weii, langsung aja terpecah menjadi 2 kubu, ada yang menentang, terutama dari kubu cewe ”Pokoknya kami nggak mau dimadu!” di sisi lain kubu cowo dengan malu-malu berucap dengan kata-kata diplomatis mendukung ”Jumlah cowo kan lebih dikit… kasian cewek ada yang ga kebagiaaan” ucap kubu cowok. ”alaaaah.. alesan! Dasar lelaki buaya darat… buset! aku tertipu lagi uouo… mulutnya manis sekali… (eh kok malah nyanyi kasidahan ya?)” dan hampir saja terjadi bentrok di antara kedua kubu itu

Udah, udah! (bak pahlawan gue datang menengahi). Gini lho, kalo pakai pendapat kita sampai kapanpun pasti bakal bentrok terus! Makanya kita kembali ke laptop! Eh, sori, maksudnya kita kembalikan ke Allah, tentu aja Allah Mahatahu akan apa yang dia ciptakan. Allah telah menurunkan AlQur’an sebagai pedoman kite-kite… makanya rujuk ke AlQur’an. Tentang poligami Allah telah berfirman: ”Maka nikahilah wanita yang kamu sukai dua, tiga, empat. Dan bila kamu khawatir tidak dapat berlaku adil maka nikahilah satu…..” artinya menikah lebih dari satu sampai empat memang dihalalkan oleh Allah. Dan Rasulullah dan sahabat juga mempraktikannya..

Sebentar, coba perhatikan kata-kata adil, nah dalam ayat lain dikatakan manusia itu dikatakan tidak mungkin bisa adil. Artinya kalo tidak bisa adil kan berarti tidak bisa poligami!” salah seorang interupsi.

Yep, itu tafsir nyeleneh kalangan liberal dan feminis yang memang benci dengan syariat Allah. Nah, mari kita merujuk ke Abdullah bin Abbas, sahabat kepercayaan Rasulullah yang ahli tafsir. Ayat yang selalu diulang-ulang kaum liberal untuk melarang poligami adalah QS An-Nisaa ayat 129,”Kalian sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri kalian, walaupun kalian sangat ingin berbuat demikian.” Padahal keadilan yang mustahil ini, bukanlah keadilan dalam segala hal, tapi sebagaimana kata Ibnu Abbas, adalah keadilan dalam hal rasa cinta (mahabbah) dan gairah (jima’) terhadap para isteri. Ini mustahil sama. Sedangkan keadilan yang wajib dilakukan suami yang berpoligami, sebagaimana QS An-Nisaa ayat 3, bukanlah keadilan dalam masalah cinta dan gairah, melainkan keadilan dalam nafkah, yakni sandang, pangan, dan papan. Jelas, dalam masalah ini manusia mampu berbuat adil, bukannya tidak mampu.

Oke? Udah jelas? Pokoknya apapun alasannya, yang kita pegang adalah satu hal, Allah Maha Tahu, kita pengetahuannya terbatas, yang bila dibandingkan dengan pengetahuan Allah tak melebihi satu titik dibandingkan luas samudra. Masa dengan pengetahuan kita yang segitunya udah dengan sombongnya menentang syari’at Allah???!

Koyo banar!

 

Permalink & Komentar

DAN TERBITLAH TERANG……

April 3, 2007 at 3:25 am (DAN TERBITLAH TERANG)

DAN TERBITLAH TERANG……

Tahu Kartini kan? Yang gue maksud disini bukan Kartini nama tetangga loe atau nama ayam peliharaan loe. Yang gue maksud adalah Kartini yang putri Indonesia yang harum namanya yang sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia (udah ah ntar jadi keterusan nyanyi)

Kolega Save us. So pasti kita udah kenal banget dengan nama Kartini. Gimana nggak? Semenjak eSDe kita udah diajarkan oleh ibu guru kita kalo kartini yang ultahnya tiap tanggal 21 April itu adalah pahlawan wantia kebanggaan Indonesia. Sang pejuang emansipasi wanita yang meninggal di usia muda. Tapi kolega Save us, tahukah kalian bahwa ada sisi-sisi kehidupan Kartini yang sangat jarang diungkap oleh orang. Sisi kehidupan di masa menjelang akhir hayatnya dimana ternyata Si Kartini ini menyadari kekeliruan perjuangannya. Nah lho…

Sekelumit tentang RA Kartini

Kartini lahir dari keluarga ningrat Jawa. Ayahnya RMAA Sosroningrat dan ibunya MA Ngasirah anak seorang ulama bernama Kyai Haji Madirono. Sejak kecil Kartini sudah berinteraksi dengan Islam. Tapi interaksi itu bukanlah hal yang menyenangkan, karena dia mengenal Islam sebagai perpaduan budaya jawa yang dilegitimasi Islam. Dia saat itu diajarkan membaca AlQur’an , huruf Arab, tanpa diperbolehkan mengetahui artinya, sementara bila malas ia dimarahi. Mungkin itulah sebabnya dia dimasa mudanya kurang tertarik dengan Islam.

Cita-cita Kartini bergerak dalam tiga tahapan. Di usia belia, Kartini memulainya dengan perjuangan emansipasi perempuan di tengah kultur yang didominasi laki-laki, tanpa memperhatikan aspek yang mempengaruhinya. Kedua ketika beranjak dewasa ialah kesadaran tentang kondisi bangsa yang dijajah Belanda. Ketiga, menjelang pernikahan dan dihari-hari terakhir hidupnya, Kartini menempatkan perjuangan sebagai usaha kemanusiaan dalam rangka pengabdian kepada Allah.

Kehanifan, kecintaan pada kebenaran dan keadilanlah yang akhirnya membawa Kartini pada pengertian yang benar tentang Islam. Allah mempertemukannya dengan Kyai Haji Sholeh Darat di Demak, dirumah pamannya pada saat pengajian keluarga. Mari kita simak dialog antara keduanya:

Kyai, perkenankanlah saya menanyakan, bagaimana hukumnya apabila seorang yang berilmu namun dia menyembunyikan ilmunya?”. “Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?”. “Kyai, selama hidupku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan arti surat pertama dan induk AlQur’an yang isnya begitu indah menggetarkan sanubariku. Maka bukan buatan rasa syukur hatiku kepada Allah. Namun, aku heran tak habis-habisnya mengapa selama ini ulama kita melarang keras penerjemahan dan penafsiran dalam bahasa Jawa. Bukankah AlQur’an itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?”

Kolega Save us, boleh jadi tidak terwujudnya cita-cita Kartini ke Eropa tidaklah disesalinya. Sebab, setelah mengenal Islam pandangannya terhadap Eropa mulai berubah. Dia mampu melihat bahwa ternyata sangat banyak hal yang tidak baik, dalam kehidupan masyarakat Eropa, termasuk Belanda. Hal itu ditunjukkan oleh suratnya yang dikirim kepada Ny.Abandanon (27 Oktober 1902): “Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna. Dapatkah ibu menyangkal bahwa dibalik hal yang baik dan indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban.”

Surat-surat Kartini lainnya di akhir hayatnya juga menunjukkan bahwa Kartini di akhir hayat telah berubah, lebih mendekatkan diri kepada Allah. Berikut adalah beberapa surat-suratnya tersebut:

Astaghfirullah, alangkah jauhnya saya menyimpang” (Surat Kartini kepada Ny. Abandanon, 5 Maret 1902)

Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu: Hamba Allah (Abdulloh).” (Surat Kartini kepada Ny. Abandanon, 1 Agustus 1903)

Kesusahan kami hanya dapat kami keluhkan kepada Alloh, tidak ada yang dapat membantu kami dan hanya Dia-lah yang dapat menyembuhkan.” (surat Kartini kepada Nyonya Abandanon, 1 Agustus 1903)

Menyandarkan diri kepada manusia, samalah halnya dengan mengikatkan diri kepada manusia. Jalan kepada Allah hanyalah satu. Siapa sesungguhnya yang mengabdi kepada Allah, tidak terikat kepada seorang manusia punm ia sebenar-benarnya bebas” (Surat kepada Ny. Ovink, Oktober 1900)

Kami sekali-kali tidak hendak menjadikan murid-murid kami menjadi orang-orang setengah Eropa atau orang-orang Jawa Kebarat-baratan” (surat Kartini kepada Ny. Abandanon, 10 Juni 1902)

Kolega Save us, dari mempelajari Islam lewat terjemah al-Qur’an pemberian dari Kyai Haji Sholeh Darat, Kartini menemukan Surat al-Baqoroh ayat 257. Nah, dari situ Kartini terkesan banget dengan kata “Minazh Zhulumati ilan Nuur” yang artinya “Dari Gelap kepada Cahaya”. Dalam beberapa suratnya yang ditulis dalam bahasa Belanda, Kartini sering nyebutin kata itu, yang kalo di Bahasa Belandakan “Door Duisternist tot Licht”. Selanjutnya setelah Kartini meninggal, kata itu kehilangan makna sampe akhirnya diterjemahkan “Habis Gelap Terbitlah Terang” oleh seorang pengarang Kristen, Armyn Pane, yang mungkin lebih puitis tapi malah nggak persis dari maksud sebenarnya (sumber : Asma Karimah, Tragedi Kartini ; Sebuah Pertarungan Ideologi, 2000).

 

Emansipasi; Antara Ada dan Tiada


Kolega Save us, lucu aja rasanya kalo mendengar slogan-slogan emansipasi yang diteriak-teriakkan oleh barat. Padahal apa sih hasil dari emansipasi yang mereka gembor-gemborkan? Perasaan malah makin rusak. Dengan ide kebebasan wanita yang mereka gembor-gemborkan yang terjadi malah derajat wanita jadi direndahkan dari posisinya yang luhur. Gue nggak asal omong Pren, ini kata seorang barat sendiri.

Masyarakat saat ini selalu menuntut mode dan hidup dengan mode tersebut. Aku tak sudi menuruti mode. Aku ingin jadi wanita, bukan sebagi benda… sungguh aktivitas-aktivitas yang menjengkelkanku saat ini adalah apa yang menamakan diri sebagai “gerakan kebebasan wanita” padahal gerakan semacam itu tak akan berhasil mengubah suatu kenyataan. Laki-laki selamanya tetap laki-laki dan wanita selamanya tetap wanita“ (Seperti yang dituturkan Anna Rode, aktris terkenal dari Rio de Jeneiro, Floranda di hadapan Konperensi Pers Roma.)

Yang lebih lucu lagi, yang menggembor-gemborkan ide emansipasi adalah bangsa-bangsa yang dulunya terkenal amat merendahkan derajat wanita. Sssttt…. Asal tau aja di abad pertengahan dulu bangsa Romawi aktif mengadakan seminar-seminar untuk membahas tabiat dan karakter wanita. Apakah ia tergolong suatu benda ataukah manusia? Apakah wanita itu hanya sebagai materi kesenangan ataukah ia tergolong makhluk hidup yang memiliki watak dan sifat manusiawi? Seminar-seminar gereja pada abad pertengahan juga membahas tentang nyawa wanita, apakah nyawa wanita sama seperti pria ataukah ia hanya memiliki nyawa seperti nyawa binatang-binatang, anjing dan musang? Dan pada akhirnya seminar itu berkesimpulan bahwa wanita itu tidak memiliki nyawa sama sekali, dikarenakan ia tidak akan dibangkitkan pada kehidupan yang kedua kalinya. Nah, terbukti kan! Sekarang aja mereka teriak-teriak tentang emansipasi.

Lalu gimana dengan Islam? Dengan tegas gue katakan Islam tidak mengenal yang namanya emansipasi! Akan tetapi Islam telah memberikan hak-hak kepada wanita seperti yang diberikan kepada pria begitu pula dalam membebankan kewajiban, kecuali dalam beberapa hal yang khas (Misal:wanita Haidh tidak shalat, Masalah waris, persaksian) Islam mewajibkan wanita menuntut ilmu. Islam juga mewajibkan wanita untuk berda’wah. Islam mengijinkan wanita menangani pertanian, perdagangan dan lainlain. Islam juga memperbolehkan diangkatnya seorang wanita sebagai pejabat pemerintahan, menangani pengadilan, berpolitik sebagaimana juga syaiat tersebut terdapat pula pada pria. Jadi tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah kedudukannya dalam Islam, tetapi yang menentukan tinggi rendahnya kedudukan mereka adalah ketaqwaannya di hadapan Allah (QS AlHujurat:13)

Islam datang dengan tugas-tugas syariat yang dibebankan pada pria dan wanita. Kedatangannya tidak memandang persamaan hak (emansipasi) laki-laki wanita. Oleh karena itu masalah emansipasi atau bukan emansipasi bukanlah merupakan topik pembahasan dalam Islam. Sebab istilah ini tidak ada dalam hukum Islam. Karena hal itu sudah tegas bahwa dalam Islam keberadaan wanita sederajat dengan pria. Istilah emansipasi tersebut hanya terdapat di Barat dan tidak akan dilontarkan oleh seorangpun dari kaum Muslimin kecuali yang mengekor pada barat. Barat yang pernah merusak hak-hak kaum wanita, hingga istilah tersebut dipergunakan untuk menuntut hak-hak kaum wanita. Lalu didiskusikanlah masalah emansipasi sebagai sarana meraih hak-hak tersebut.

Kolega Save us, nggak usahlah ngekor teriak-teriak emansipasi. Nggak jelas juntrungannya dan nggak ada untungnya. Kenapa nggak meneriakkan yang lebih jelas aja seperti kewajiban pake jilbab, haramnya pacaran, atau wajib tegaknya syariat Islam. Buat para pejuang ide feminis, senior kalian Kartini aja ternyata tobat dari ide feminisnya, trus apalagi yang ingin kalian perjuangkan…….

Habis gelap terbitlah terang dan terang yang sejati hanya akan kalian dapatkan dalam Islam. Hip hip hurayyy!

 

 

Permalink 1 Komentar

GUSUUUUR….!

April 3, 2007 at 3:24 am (GUSUUUUR….)

Lagi-lagi, berita yang ada di tivi dari hari ke hari ya itu-itu aja. Always bad news!! Berita tentang lumpur panas Lapindo yang gak kunjung henti, korban bencana yang ditelantarkan, korupsi menjadi-jadi, pertengkaran elit politik, kriminalitas dengan pelbagai variasi dan levelnya, tawuran antar warga, demonstrasi buruh minta naik gaji, …. dan yang ini, yang sering bikin hati gue miris… berita penggusuran!!

Ya, mungkin bagi sebagian orang masalah ini gak terlalu penting dan gak menarik tuk dibahas, udah terlalu biasa, dan menjadi berita sehari-hari. Tapi bagi gue… penggusuran bukan hal yang biasa. Penggusuran adalah sebuah penindasan, dan jelas gak sesuai banget dengan perikemanusiaan.

Gue prihatin banget. Asli! Di tengah himpitan ekonomi yang makin menjadi-jadi, pemerintah bukannya ngasih solusi, atau ngasih kenyamanan buat rakyatnya, yang ada sebaliknya… seenaknya menindas rakyatnya…

Udah jadi berita sehari-hari, perumahan rakyat digusur demi sebuah proyek, terus terjadi sengketa antara warga dengan satpol PP yang biasanya berakhir dengan penghancuran paksa, tindak kekerasan oleh aparat. Atau yang juga sering terjadi, penghancuran semena-mena aparat terhadap warung-warung pinggiran yang konon katanya ilegal dan mengganggu keindahan kota. Endingnya kurang lebih sama, para pedagang melawan, bentrokan terjadi, dan seperti biasa… mana mungkin pedagang bisa menang melawan pentungan, senjata api, atau buldoser. Dan mana mungkin ada yang membela mereka… kecuali yang kayak kemarin di tivi, satpol PP gak bisa bertindak apa-apa saat akan menggusur warung-warung pedagang. Pasalnya ibu-ibu melakukan aksi buka baju…. Satpol PP gak bisa berbuat banyak. Oke deh, kali ini pedagang menang. Tapi, masa sih buat mempertahankan warung, rasa malu dibuang? Dimana coba letak kemaluan? (ayo, dimana letak kemaluan?)

Interupsi!” oke, silahkan…”Mari kita memandang dari sisi lain. Penggusuran yang terjadi itu kan sebenarnya ditujukan untuk kesejahteraan juga. Penggusuran itu buat pembangunan, bangun pabrik, hotel berbintang, apartemen, pabrik atau perusahaan. Atau yang sering terjadi, tempat tinggal atau tempat mereka berjualan itu memang tidak punya izin alias ilegal. Jadi wajar dong ditertibkan. Alasan lain, tempat tinggal atau warung mereka itu mengganggu keindahan, kalo tidak ditertibkan yang ada kota makin kumuh. Nah, kalo kota indah kan kita semua juga yang senang”

Oke deh. Loe bicara dari sisi lain… masalahnya apa loe gak peduli dengan sisi para orang-orang yang teraniaya, para pedagang atau warga yang rumahnya digusur tersebut? Ini sisi yang selalu dikebelakangkan dalam setiap persolan. Dan sisi yang selalu aja dikedepankan adalah sisi yang kayak loe sebut tadi…. ilegal lah, demi pembangunan lah, mengganggu tata kota lah….

Mari kita dudukkan persoalannya. Penggusuran untuk kesejahteraan.. Omong kosong! Kesejahteraan siapa? Yang ada kan kesejahteraan orang-orang yang berdasi itu! Emangnya kalo dibangun pabrik, dibangun apartemen, dibangun hotel berbintang mereka, rakyat kecil bakal menikmatinya gitu? Paling-paling bisanya cuma memandangi dengan ngiler aja. Kesejahteraan buat mereka? Boro-boro. Udah tempat tinggal dan mata pencaharian dimusnahkan, ganti rugi yang kalo pun ada gak bakal sepadan, trus beban psikologi yang mereka dapatkan. Bayangkan kalo loe ada di posisi mereka. Loe kehilangan tempat tinggal, kemana loe bernaung? Loe kehilangan mata pencaharian, padahal loe musti makan, anak loe musti sekolah, bayi loe merengak-rengek minta susu…. apa coba yang loe akan perbuat, maling? Ngerampok? Lagi-lagi loe berurusan dengan aparat dan dibui. Padahal waktu loe nyoba cari nafkah di jalan yang halal loe juga gak dibolehin, nah sekali dijalan yang haram, loe malah dijadikan sampah yang dikantongin di bui! Serba salah!

Kesejahteraan macam apa? Sementara para konglomerat hitam bebas berkeliaran, perusahaan-perusahaan mereka toh tak digusur oleh satpol PP!

Terus masalah ilegal? Sebenarnya yang nentuin ilegal atau legal itu siapa sih? Apa disebut legal bila ada bukti surat-surat bermaterai? Siapa sih sebenarnya pemilik tanah Indonesia ini? Pemerintah atau rakyat? Kalo emang negri ini punya rakyat kenapa mereka dengan semena-mena diusir dari tanah miliknya?!!

Dan masalah ilegal tadi? Sekali lagi gue gak habis pikir, sebuah perumahan disebut ilegal hanya karena tak dilengkapi surat menyurat, dan jawabannya: Gusur!! Sementara sebuah komplek pelacuran yang konon salah satu yang terbesar di asia tenggara, kayak Dolly di Surabaya, dibiarin aja… Pabrik minuman keras dibiarin berproduksi, tempat perjudian dilindungi, diskotik dibikin tambah subur, padahal menurut gue yang terakhir-terakhir ini jelas-jelas ilegal. Kemana para satpol PP? Kalo udah bicara pedagang kaki lima geraknya cepat, tapi kalo udah bicara komplek pelacuran, pabrik minuman keras, kok diam aja. Apa karena mereka punya surat bermaterai, maka mereka dianggap legal, atau jangan-jangan karena mereka rajin ngirim upeti….. Cuih!

Dan demi alasan keindahan? Keindahan macam apa yang didapatkan kalo demi suatu keindahan mengorbankan rakyat-rakyatnya? Artinya kesejahteraan itu cuma Omdo! Omong Doang!

Lebih dari itu yang paling memprihatinkan adalah tindakan aparat saat melakukan penggusuran. Pembongkaran dengan paksa, bahkan dengan tanpa ragu memukuli warga. Seakan-akan mereka adalah penjahat yang melakukan kejahatan besar, seakan-akan mereka adalah para binatang yang merusak keindahan alam, sekan-akan mereka adalah sampah-sampah yang bikin kotor, seakan-akan mereka bukan manusia! Apakah mereka juga berbuat seperti itu untuk para koruptor yang telah membobol kas negara?Apakah perlakuan yang sama diberikan buat para pejabat yang menguras uang rakyat? Dimana kemanusiaan!!? Dimana keadilan!!?

………………………………………………..

 

Nun jauh di sana, nun jauh dahulu…. 1000 tahunan yang lalu, seorang Yahudi tua datang tergopoh-gopoh di gerbang kota Madinah. Orang tua ini baru saja datang dari sebuah perjalanan melelahkan, dari Mesir. Perjalanan jauh yang ditempuhnya ini bukan sekedar perjalanan wisata, dia ingin mengadukan sebuah masalah ke kepala negara yang ada di Madinah. Masalahnya kayak gini, Amr bin Ash, gubernur Mesir saat itu, pengen membangun masjid yang megah di samping istana kegubernurannyanya. Dan kebetulan aja tempat yang rencana dibangun itu ditempati oleh satu gubuk reot. Udah reot, milik Yahudi tua lagi. Negoisasi dilakukan dan Gubernur menjanjikan tebusan yang lumayan besar. Namun dasar Yahudi tua keras kepala. Dia nggak mau bergeser sedikit pun. Sang Gubernur naik pitam dan memerintahkan satpol PP untuk menggusur gubuk reot tersebut dengan paksa. Si Yahudi tua tidak terima dan bertekad memperkarakannya langsung ke Khalifah Umar, atasannya Amr bin Ash.

Dimana gue bisa menemui Khalifah Umar?” tanya si Yahudi tua kepada salah seorang yang sedang beristirahat di dekat masjid nabawi.

Ada keperluan apa loe mencarinya?”

Gue ingin mengadukan satu perkara penting.” Jawab si Yahudi tadi

Loe sedang berhadapan dengannya. Gue Umar!” ucap orang itu santai. Si Yahudi bengong. Masa sih kepala negara yang daerah kekuasaannya luas dari jazirah arab sampai Mesir tampangnya kayak gini, baju tambalan, istirahat bukannya di istana, tapi malah di bawah pohon?!

Singkat cerita si Yahudi tua pun langsung curhat ke khalifah Umar mengenai kasusnya.

Jadi gitu….” ucap Umar. Umar menyuruh si Yahudi nyariin tulang. Si Yahudi bengong lagi, ngapain coba nyari tulang. Jauh-jauh dari Mesir malah disuruh nyari tulang. Khalifah Umar kemudian menggores sebuah garis lurus di tulang tadi. ”Nih, bawa dan kasihkan ke Amr bin Ash!” ucapnya nyantei.

Si Yahudi sekali lagi bengong.

Namun tulang tadi ampuh juga, seketika pas nerima oleh-oleh tulang tadi, Amr bin Ash langsung gemetar tidak karuan dan seketika itu juga membatalkan pembangunan masjid dan memerintahkan pembangunan kembali gubuk tua milik si Yahudi.

Si Yahudi sekali lagi bengong (Hayoo, kuis untuk edisi kali ini.. udah berapa kali

si Yahudi bengong?)

Loe tahu apa artinya oleh-oleh ini? Ini ancaman dari khalifah, arti goresan di tulang itu kayak gini: jangan macem-macam, loe bakal jadi tulang belulang, maka berlaku luruslah, atau pedang beliaulah yang akan meluruskan gue” jelas Gubernur Amr bin Ash.

Si Yahudi manggut-manggut…..

Inikah keadilan?

Inilah keadilan!

Inilah keadilan!

Permalink & Komentar

KARENA KITA MANUSIA

April 3, 2007 at 3:24 am (KARENA KITA MANUSIA)

Mungkin orang menyangka

Ku tak pernah terluka.

Tegar bagaikan batu karang.

Tabu cucurkan air mata.

 

Kadang kumerasa lelah.

Harus tampil sempurna.

Ingin kuteriakkan….

Andai mereka tahu.

Perasaan dalam hatiku.

Lembut bagaikan salju…….

 

Udah. Terusin aja sendiri baitnya sampai reff yang berbunyi: Rockeeeerrr juga manusiaaa!!!! …..

Kolega Save us, ….. oiii udah! Udah! Berenti dulu nyanyinya. Ntar terusin lagi ya abis baca Save us. Sekarang duduk yang manis di situ. Lipat dua tangannya.. Mmm pinteer.. duuhh manisnyaa…

Nah, Kolega yang manis di manapun berada. Bener banget apa yang disampaikan oleh mas-mas dari bandung yang bermerek Seurieus ini. Terlepas dari siapapun kita, apapun predikat yang kita sandang, apapun profesi yang kita geluti, apakah itu rocker, penyanyi dangdut tingkat erte (kayak kalian), selebritis terkenal (kayak gue), pegawai negri, insinyur, dokter, ustadz, tukang tambal ban, pemulung (mulai dari mulung sampah hingga mulung dana masyarakat, koruptor maksudnyee), pengangguran, dan semua yang nggak bisa disebutin atu-atu di sini (mohon maaf karena keterbatasan ruang maka hanya sebagian yang gue apal aja yang ditulis di sini. Mungkin dalam kesempatan lain akan gue tulis. Tapi gue catat dulu aja deh supaya ntar ingat. Emangnya apa tadi profesi kalian? Maling sandal jepit?)

Siapapun kita… kita tetap manusia. Dan manusia gimanapun tetap manusia. Setegar apapun dia, dia juga bisa menangis bercucuran air mata. Selembut apapun dia, dia juga bisa meradang murka. Sedingin apapun hatinya, dia tetap luluh juga ketika melihat manusia lain, sesamanya menderita. Sekuat apapun dirinya, dia tetap membutuhkan uluran bantuan dari saudara-saudaranya. Dalam sekejap hati ini bisa sedih, bisa gembira, bisa tertawa, bisa terluka. Kenapa? Karena kita manusia….

Oke, sebelum lebih lanjut, gue mau ngenalin dulu beberapa kosakata baru yang berkaitan dengan makhluk bernama manusia.

Berdasarkan dari Syekh Taqiyuddin anNabhani (sengaja gue bilang begitu, soalnya kalo dari gue aja kayaknya kalian bakalan kagak percaya. Syekh Taqiyuddin ini seorang mujtahid kenamaan asal alQuds) manusia dibekali oleh Allah potensi hidup yang membedakannya dari jenis makhluk hidup lain seperti binatang, tumbuhan, malaikat, jin, setan. Potensi hidup itu terbagi dua yaitu hajatul ‘adawiyah dan gharizah (ingat baik-baik tuh dua kosakata itu. Ntar keluar di midtest). Hajatul ‘adawiyah ini merupakan kebutuhan dasar manusia seperti makan, minum, bernafas, tidur, be’ol, dst. Yang mana kebutuhan dasar ini apabila tidak dipenuhi akan menyebabkan kematian pada spesies bernama manusia itu.

Beda dengan yang satunya yaitu gharizah. Gharizah atau naluri ini memang ada dan menuntut pemenuhan. Namun bedanya, gharizah apabila tidak dipenuhi tidak akan menyebabkan kematian atau tidak mengancam jiwa.

Gharizah sendiri secara umum terbagi tiga, yaitu (waaah, jadi mirip-mirip buku teks pelajaran nih):

  1. Gharizatul Baqa. Atau naluri mempertahankan diri. Misalnya nih elo gue pukul pake pentungan gede. Nah, elo marah kan? (masih belon marah juga? Pokoknya gue pukul terus sampai lenyak). Pada saat elo marah itu. Maka sesungguhnya elo sedang menunjukkan gharizatul baqa. (mudah kan mengetahuinya, nah kalian juga bisa coba praktikum sederhana tadi di rumah, sama nyokap atau bokap). Emosi, keinginan menang, pembelaan diri, dan sejenisnya… itulah gharizatul baqa

  2. Gharizatun Nau. Atau naluri melestarikan keturunan, atau okelah… mungkin kalian lebih suka nyebutnya dengan naluri seksual. Walaupun sebenarnya nggak terlalu pas banget sih (Soalnya gharizatun nau ini nggak melulu seksual aja). Perlu contoh? Nggak usah kali yee, soalnya udah pada hapal di luar kepala. Yang jelas naluri ini mencakup ketertarikan terhadap lawan jenis, juga rasa sayang kalian terhadap sodara, ortu, dst.

  3. Gharizatut tadayyun. Naluri mengagungkan sesuatu. Ternyata manusia secara fitrah juga memiliki naluri ketuhanan. Secara fitrah manusia membutuhkan Tuhan. Makanya sejak dulu manusia selalu menuhankan sesuatu. Entah yang dituhankan bener atau tidak. Mulai dari menuhankan Anemo (Arwah Nenek Moyang), matahari, batu, dewa, manusia, atau Allah SWT. Termasuk orang-orang atheis yang sok bilang nggak percaya Tuhan. Sebenarnya mereka juga punya ini. Cuma mereka alihkan aja ke hal-hal lain. Makanya kalo kalian teliti orang-orang Atheis seperti penganut komunis biasanya sangat mengagungkan pahlawan-pahlawan atau pemimpin mereka. Mereka biasa nangis sesenggukan bila melihat pemimpin mereka. Patung-patungnya juga sangat dihormati. Sadar atau nggak mereka sebenarnya telah mengalihkan Tuhan mereka ke pemimpin-pemimpin mereka itu.

Gharizah tadi memerlukan pemenuhan. Tapi nggak bakal bikin mati kalo nggak dipenuhi. Paling-paling cuma stress dikitlaah, resah, atau panas dingin. Nggak ada sejarahnya hanya gara-gara dihalangi melakukan hubungan seksual membuat si pelaku mati. Paling-paling stress. Nggak ada juga orang yang gara-gara nggak shalat mati. Paling-paling dia gelisah.

Nah, untuk menuntun manusia supaya bisa memenuhi hajatul adawiyah dan gharizahnya, maka Allah melengkapinya dengan akal. Dan supaya akal manusia nggak sembarangan dalam memenuhi keduanya tadi (soalnya akal kita terbatas, jack. Kita nggak bisa meramal masa depan, kita nggak bisa mengetahui apa yang ada di balik dinding, kita nggak bisa mengetahui pikiran orang lain. Singkatnya akal kita ini lemah) maka Allah juga menurunkan serangkaian aturan berupa wahyu yang disampaikan melalui Rasul-rasul-Nya.

Kolega Save us. Mengapa gue ngotot panjang lebar ngejelasin ini? semata-mata karena konsep ini penting banget. Karena banyak sekarang orang yang mengaku dirinya manusia tapi toh nggak paham tentang kemanusiaannya. Lebih gawat lagi nggak sadar kalo dirinya manusia.

Sederhananya gini.. (sori, pren. Di edisi kali ini gue rada-rada serius. Soalnya di awal tadi gue mengawalinya dengan lagu miliknya Seurieus). Pernah liat iklan yang bunyinya gini: “Motornya honda, suku cadangnya asli honda”. Pernah dengar gak? Nggak pernah? O iya, gue lupa kalian kan gak ada yang punya tivi.

Misalnya Honda nih. Honda dibuat oleh pabriknya, pabrik Honda. Pabrik tersebut selain ngeluarin motor honda kan juga mengeluarin aturan pemakaian motor honda tersebut. Misalnya yang sepele bahan bakarnya bensin, bukan kayu bakar. Cara makainya ditunggangi bukan digendong. Atau seperti bunyi iklan di atas tadi, supaya tu motor awet meski pake sparepart keluaran honda juga. Kalo loe sok-sokan gak ngikutin aturan itu. Dijamin loe bakalan nyesel.

Begitu pula manusia. Manusia dibikin oleh Allah (awas kalo loe bilang: loe dibikin oleh mami papi. Keterbelakangan mental banget loe kalo gitu). Dan tentunya yang paling ngeh tentang manusia ya Allah. Dan di samping nyiptain manusia, Allah juga udah nyediain pula cara kerja, cara pakai, seperangkat aturan buat manusia tersebut. Dan kalo elo sok-sokan gak ngikutin aturan itu. Loe bakalan nyesel. Nggak cuma seumur idup, tapi seumur idup dan seumur mati ditambah seumur akhirat.

‘Ih ngapain capek-capek tunggang-tungging buat shalat, pake jilbab, nggak pacaran?’ Sebenarnya ungkapan tersebut sama aja lucunya dengan ungkapan ‘Ih, ngapain susah-susah nyari bensin buat ngejalanin motor?’

Kolega, kita manusia. Seganteng apapun gue dan sejelek apapun elo, kita tetap manusia. Sekuat dan sehebat apapun, sekali lagi kita tetap manusia. Lahir dari tetesan air mani yang hina, kemana-mana bawa tai, dan beberapa tahun ke depan bakal jadi bangke. Nggak bisa hidup sendirian, nggak kuat nahan lapar bahkan nggak kuat juga nahan kenyang. Bahkan saking lemahnya kita, jalan di aspal di terik matahari aja kita perlu alas kaki. Wajah yang cantik dan rupawan, bodi yang atletis? Bullshit. Kita nggak punya andil sedikit pun dalam membentuk tubuh kita, bahkan satu sel pun!

Kekayaan, kecakepan, tingginya jabatan, kepandaian? Huh! Sekaya apa sih elo? Nabi Sulaiman yang paling kaya aja nggak ngoyo. Secakep apa sih elo? Nabi Yusuf yang paling cuakepp aja patuh tunduk pada Allah. Sepandai apa sih elo? Bahkan kepandaian loe itu kata Rasul nggak sampai dari setitik air dari lautan samudra. Jadi mengapa kita masih ngoyo?!!

Dan sesombong-sombong manusia adalah yang nggak sadar kalo dirinya itu manusia. Manusia diciptakan Allah semata-mata buat beribadah kepada-Nya, buat mengabdikan diri pada-Nya. Nggak lebih! Manusia hidup ya buat itu. Buat taat pada aturan syari’at-Nya , dan menjauhi all of larangan-Nya.

Kolega Save us, gue paling males menggunakan kata ‘mari’. Soalnya kesannya menggurui banget. Tapi di edisi kali ini kayaknya gue udah kehabisan kosakata yang lain. So, marilah mulai sekarang kita selalu mentaati seluruh aturan Allah dalam seluruh aspek kehidupan. Mengapa? …..Karena kita manusia

 

Permalink 1 Komentar

PDKT dengan Sang Pemilik Cinta

April 3, 2007 at 3:22 am (PDKT dengan Sang Pemilik Cinta)

Aku ingin mencintaimu…

Seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api

Yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu

Seperti isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan

Yang menjadikannya tiada

Penggalan puisi di atas adalah puisi karyanya Sapardi Joko Damono. Terus terang, gue juga nggak terlalu paham dengan maksud yang tersirat dari puisi di atas. Tapi kayaknya asyik aja gitu kalo dijadiin intro buat edisi kali ini.

Kolega Save us, kayaknya udah jadi ‘kesepakatan’ umum kalo cinta itu bisa membuat hidup lebih hidup. Karena cinta konon kabarnya mengandung segala perasaan indah tentang kebahagiaan ( happiness ), menyenangkan ( comfort ), kepercayaan ( trust ), persahabatan ( friendship ), dan kasih-sayang ( affection ).

Menurut R. Graves dalam The Finding of Love , cinta adalah sesuatu yang dapat mengubah segalanya sehingga terlihat indah. Jalaluddin Rumi juga pernah bersyair: “Karena cinta, duri menjadi mawar. Karena cinta, cuka menjelma anggur segar…”. Itu sebabnya, nggak usah heran kalo naluri mencintai akan mendorong manusia untuk memenuhi keinginan cintanya itu. Orang yang jatuh cinta akan melakukan apa saja untuk menarik perhatian orang yang ia cintai.

Cinta bisa juga tak pandang bulu. Tak pandang bulu bisa berarti kita mencintai siapa saja, dan dari kalangan mana saja. Nggak pilih-pilih. Karena semua berhak mendapatkan cinta. Namun jangan salah, meski cinta tak pandang bulu, tapi bukan berarti juga kita dibutakan oleh cinta. Iya dong, kalo bayang si dia terlanjur lekat di hati, biasanya segala kesalahan dan kekurangannya cenderung kita abaikan. Waduh, berbahaya banget tuh.

Kolega Save us, paparan di atas sebagai fakta aja, bahwa energi cinta bisa membuat ‘penderitanya’ berbunga-bunga, bahkan sering tanpa bisa membedakan mana cinta dan mana nafsu. Gawat kan? Nah, sekarang coba kita bandingan kecintaan kita kepada Allah Swt, Sang Pemilik Cinta. Jika memang sama-sama cinta, harusnya kan sama ya? Artinya, kecintaan kita kepada Allah pun akan mirip gejalanya dengan cinta kita kepada sesama makhlukNya. Meski tentu saja, mencintai Allah jauh lebih besar manfaat dan pahalanya. Karena Allah adalah Pemilik Cinta, dan sekaligus Pemberi Cinta kepada kita-kita sebagai makhlukNya.

Bahkan Allah sudah memberikan sinyal kuat kepada kita dalam sebuah hadis Qudsy: “Kalau hambaKu mendekat sejengkal, Kusambut ia sehasta. Kalau ia mendekat sehasta, Kusambut ia sedepa. Kalau hambaKu datang padaKu berjalan, Kusambut ia dengan berlari…”

Mencuri’ perhatian Allah

Kalo dengan sang inceran kita biasa nyari-nyari perhatian, bisa curi pandang kalo kebetulan si dia ada di kelas, kenapa dengan Allah tidak bisa? Kalo dengan si dia yang udah mencairkan dinding es yang selama ini kita bangun, kita bisa begitu getol menjaga penampilan agar ia tetap merasa betah melihat kita, kenapa dengan Allah tidak bisa? Ah, rasanya nggak adil!

Kolega Save us, kalo mau jujur, kita jarang banget mencuri perhatian Allah. Kalo benar kita cinta kepadaNya, seharusnya memang kita sering mencuri perhatianNya agar Dia suka kepada kita. Sebagaimana halnya kalo kita sering CPCP alias curi pandang cari perhatian dengan orang yang kita incer abis-abisan

Ibnul Qayyim pernah menuliskan sebuah kaidah sederhana dalam kitab cinta yang sangat populer, Raudhah al-Muhibbin wa Nuzhah al-Musytaqin, “Cinta akan lenyap dengan lenyapnya sebab…”

Kolega Save us, pertanyaannya sekarang, “Apakah ada sebab untuk mencintai Allah, sehingga kita perlu mencari perhatianNya?” Ehm, alasannya tentu ada dong sayang. Wong kepada makhlukNya aja kita bisa jatuh hati dan cinta setengah mati hanya karena melihat pesona yang dimiliknya. Entah gaya bicaranya, entah itu wajahnya, bisa juga karena kepintarannya, termasuk perangainya, pun karena bentuk fisik yang membuatmu jatuh cinta. Bener nggak seh?

Nah, harus diakui bahwa Allah punya banyak pesona yang itu layak kita kagumi dan membuat kita lebih mencintaiNya, dan punya alasan bagi kita untuk bisa mencuri perhatainNya. Alasan sederhananya, karena Allah adalah pencipta semesta alam dan seluruh isinya, termasuk kita. Hmm… sangat elok tentunya kalo kita mencintaiNya.

Kalo kita sering kagum dan jatuh cinta dengan seseorang yang cerdas, maka Allah lebih harus kita kagumi dan cintai karena Dia yang menganugerahkan kecerdasan kepada orang yang kita anggap cerdas. Begitu pun kalo kita mengagumi seseorang yang punya wajah yang menggetarkan nurani kita, maka seharusnya kita berpikir lebih jauh, bahwa Allah layak lebih kita cintai karena Dia telah menciptakan orang yang kita anggap punya wajah yang enak dipandang mata itu.

Menjadi kekasih Allah

Dalam kisah yang sering kita dengar dan baca, Nabi Ibrahim begitu mencintai putranya. Luapan cinta yang tak tertahankan kepada putranya yang setelah puluhan tahun didambakannya. Ismail menjadi muara kehidupan bagi Nabi Ibrahim. Namun, Allah menguji cintanya dengan menurunkan perintah untuk mengurbankan anaknya. Aduh, hati orang tua mana yang nggak remuk kalo perintahnya seperti ini. Tapi, Nabi Ibrahim berhasil lulus ujian tersebut. Terbukti ia lebih mencintai Allah dengan menjalankan perintahNya ketimbang mencintai anak dan keluarganya. Nabi Ibrahim ikhlas melakukannya. Subhanallah .

Cinta kepada Allah itu mutlak, tiada sekutu bagiNya. FirmanNya:

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia” (QS ali Imaran [3]: 18)

Menjadi kekasih itu butuh pengorbanan. Tentu, agar cinta yang kita berikan kepada kekasih kita bermakna. Itu sebabnya, mencintai Allah pun memerlukan pengorbanan. Seorang tokoh sufi bernama Bayazid Bustami mengatakan: “Cinta adalah melepaskan apa yang dimiliki seseorang kepada Kekasih (Allah) meskipun ia besar; dan menganggap besar apa yang diperoleh kekasih, meskipun itu sedikit.”.

Dan jujur saja, kalo kita sedang jatuh cinta, menyebut namanya saja ada gejolak hebat di hati kita. Maka, jika Allah kita cintai, rasanya pantas jika kita pun bergetar menyebut namaNya. Firman Allah Swt.: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal,” (QS al-Anfaal [8]: 2)

Kolega Save us, yuk kita cintai Allah dengan sepenuh hati. Tunjukkan cinta kita kepadaNya dengan mentaati seluruh syariatNya. Amalnya perintahNya, jauhi laranganNya. Insya Allah kita bisa kok. PDKT yo…!

 

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar